Uncategorized

KDRT Masih Jadi Pemicu Perceraian

BRALING.COM, PURBALINGGA – Panitera Muda Pengadilan Agama Purbalingga, Rosiful menyebutkan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menjadi pemicu dominan penyebab terjadinya perceraian, yang jumlahnya terus meningkat.

Hanya saja, Rosiful mengemukakan, selama ini korban KDRT tak dijadikan kekerasan dalam rumah tangga itu sebagai alasan utama saat mengajukan perceraian. Mereka menggantinya dengan berbagai alasan lainnya.

“Sebab, memang banyak persyaratan yang harus dipenuhi korban untuk bisa membawa kasus KDRT ke pangadilan, baik pengadilan agama maupun pengadilan negeri,” Rosiful.

Menurut Sekretaris Tim Harapan Purbalingga, Pandansari kebanyakan perempuan korban KDRT tidak berani melaporkan kasusnya karena menganggap apa yang terjadi padanya sebagai sebuah aib.

Sejak tahun 2007-2013, berdasarkan data PPA Polres, RSUD Goetheng Taroenadibrata dan BKBPP, Tim Harapan mencatat ada 183 korban KDRT, 173 orang atau 94,53 persennya di antaranya adalah perempuan.

Namun, Pandansari menambahkan, beberapa waktu belakangan ini, kesadaran untuk melaporkan KDRT sudah semakin meningkat. Tim Harapan berharap tidak ada lagi yang mendiamkan KDRT di lingkungan keluarga.

BANGKIT WISMO


Tinggalkan Balasan