Kyai Wilah, Panglima Perang dari Dukuh Wilangan

BRALING.COM, PURBALINGGA – Di Dukuh Wilangan yang termasuk Kecamatan Kalimanah terdapat makam Kyai Wilah. Mungkin tidak banyak yang tahu siapa gerangan pria yang semasa hidup dikenal sebagai seorang Panglima perang dari Kadipaten Pasir Luhur.

Kyai Wilah adalah menantu Adipati Basir Luhur Raden Kendadaha. Menitik bentuk tubuh yang gagah perkasa, dan keberanian luar biasa, ia sering unggul dalam pertempuran. Banyak tanda jasa dan penghargaan yang ia terima.

Suatu hari Adpati Kendadaha menerima surat dari Adipati Bonjok (Banyumas). Maksudnya untuk melamar Puteri Adipati Kendadaha yang telah menjadi isteri Kyai Wilah. Setelah mengerti isi surat itu, segera Kyai Wilah menemui Adipati Bonjok yang dianggap menghinanya.

Adipati Bonjok dan Kyai Wilah bertarung sengit. Kuda Adipati Bonjok Roboh kena tombak Kiai Wilah sehingga menyulitkan tuannya untuk menangkis serangan lawan dan kalah dalam pertarungan tersebut. Namun demikian, Kyai Wilah sendiri menderita luka berat, sehingga jalannya pincang.

Sedang merasakan betapa sakit pada sekujur tubuhnya, ia mendengar kabar bahwa jabatannya sebagai Panglima perang akan diganti orang lain. Karena merasa malu, secara diam-diam ia melarikan diri ke Purbalingga bersama anaknya yang bernama Masajeng Lanjar.

Kyai Wilah tinggal di Dukuh Wilangan Desa Klapasawit hingga akhir hayatnya. Makam Kyai Wilah tidak jauh dari Makam Masajeng Lanjar. Berdekatan dengan makam Masajeng Lanjar terdapat makam Kyai Yudantaka, kakak dari Kyai Arsantaka.

SUKENDAR

Tinggalkan Balasan

Read previous post:
Tiga Nominator Apresiasi Film Indonesia 2014 dari Purbalingga

BRALING.COM, PURBALINGGA - Dunia perfilman Purbalingga kembali mampu unjuk gigi dalam kancah perfilman nasional. Pada tahun ini, hasil kerja keras kaum muda Purbalingga...

Close