Jejak Langkah Pilihan

Pretimasa dan Kutukan bagi Warga Arenan (Bagian 1)

BRALING.COM, PURBALINGGA – Semasa pemerintahan Adipati Singayuda, daerah Kadipaten Arenan (sekarang masuk wilayah Kecamatan Kaligondang) pernah mengalami gangguan keamanan yang membuat ketakutan, kegelisahan, kemarahan dan kebencian di kalangan masyarakat.

Pelakunya adalah seorang gembong penjahat bernama Pretimasa asal Desa Sindang atau Salam. Ia adalah saudara kandung dari Nyai Adipati Arenan. Pretimasa terkenal sebagai seorang penjahat yang sakti mandraguna, sehingga tak seorang pun diantara penduduk Arenan berani melawannya.

Kesaktiannya pernah dibuktikan, pada suatu hari Pretimasa ditangkap secara beramai-ramai kemudian dibunuh dan mayatnya dipotong-potong. Tetapi apa yang terjadi? Pretimasa ternyata hidup kembali, setelah potongan-potongan mayatnya dimasukan ke dalam liang kubur.

Sungguh sangat mengerikan, Pretimasa hidup kembali dan secara membabi buta, Pretimasa terus mengamuk dan banyak korban meninggal dunia baik itu anak-anak mapun orang dewasa. Peristiwa ini menimbulkan kemarahan yang memuncak di benak warga Desa Arenan. Maka dikerahkan lagi semua penduduk untuk menangkap dan membinasakan penjahat itu.

Melihat keadaan kurang baik, penjahat ulung itu teraksa melarikan diri bersembunyi kedalam sebuah batu yang dikenal dengan “Watu Wedus”. Barulah di sini, Pretimasa merasakan dirinya aman dari perburuan yang dilakukan warga, karena tak seorangpun berani memburunya di dalam batu itu.

Setelah lama para penduduk berjaga disekitar batu itu kemudian seorang diantara mereka ada yang menemukan siasat. Untuk menangkap Pretimasa tak ada jalan lain kecuali minta bantuan kepada Nyai Adipati Arenan, yang tidak lain adalah saudara Pretimasa.

Karena dimintai pertolongan, segera Nyai Adipati datang mendekati pintu Watu Wedus tersebut, membawa nasi bersama lauknya yaitu pindang ikan tambara yang menjadi kegemaran Pretimasa. [bersambung]

SUKENDAR

3 thoughts on “Pretimasa dan Kutukan bagi Warga Arenan (Bagian 1)”

Tinggalkan Balasan