Pawarta

Surat untuk Bupati dari Rizqa Putri Mauliya

Purbalingga, 15 november 2014

 

Yth, Bupati Purbalingga

Bapak Drs. H. Sukento Ridho Marhaendrianto M. M

Di Purbalingga

 

Assalamu’alaikum warohmatullohiwabarokatuh.

Seiring surat ini saya buat, semoga bapak sekeluarga selalu dilindungi Allah SWT. Saya berterima kasih atas kesempatan yang baik ini bisa menulis surat untuk kemajuan Purbalingga dimasa depan. Izinkanlah saya remaja yang lahir di Purbalingga tercinta dan sekarang sekolah di SMA N 1 Bobotsari kelas XI menyampaikan beberapa harapan untuk Purbalingga dimasa depan.

Pertama Saya berharap Bapak membaca semua surat yang dikirim karena sudah membuat dengan hati dan pikiran serta membutuhkan waktu juga. Meskipun surat yang dikirim sangat banyak, bapak wajib membaca dan semoga dapat dilaksanakan demi kemajuan Purbalingga tercinta.

Bupati Purbalingga yang saya banggakan. Di daerah Purbalingga sendiri terdapat banyak obyek wisata dan di salahgunakan untuk hal yang negatif padahal tempat wisata itu tujuanya untuk refreshing dan kegiatan belajar juga. Untuk yang niatnya refreshing bahkan pembelajaran malah melihat hal yang negatif. Itu sangat berdampak negatif untuk masa depan. Pikirkan saja banyak anak sekarang yang pulang sampai larut malam hanya karena berwisata untuk hal negatif. Ya pasti akan mencemari daerah Purbalingga. Itu merupakan PR untuk kebaikan daerah Purbalingga dimasa depan.

Banyak sekali daerah kecil pada musim kering jarang air bersih sehingga susah payah mencari air bersih dengan jarak berkilo-kilo sampai ada yang tidak berangkat sekolah karena harus mencari air bersih yang dibutuhkan orang tuanya. Anak itu lebih baik meninggalkan sekolah dari pada kekurangan air yang sangat dibutuhkan orangtuanya karena pekerjaan. Air bersih itu penting, tanpa air bersih bagaimana harus tepat waktu untuk sekolah, bekerja, sedangkan mereka harus mencari air bersih berkilo-kilo. Sampai sekarang belum ada PEMDA yang menangani hal tersebut. Untuk itu kami harap ditindaklanjuti.

Sekarang anak desa yang menempuh pendidikan diluar kecamatan bahkan ada juga diluar Kabupaten. Sering kali banyak anak yang pulang sore karena K-13. Mereka yang kurang mampu pasti naik angkutan umum untuk antar jemput, sedangkan angkutan umum sekarang juga jarang yang sampai sore dan tidak diantar sampai didesanya tapi hanya sampai kecamatan saja bahkan sampai ada yang harus jalan kaki selama 1 jam lebih. Jika mereka membawa sepeda motor itu akan membahayakan mereka karena belum mempunyai SIM. Untuk itu saya mohon untuk desa-desa yang terpelosok lebih banyak lagi angkutan umumnya itu juga untuk kepentingan masa depan.

Bupati purbalingga yang saya hormati, demikian yang dapat saya curahkan uneg-uneg dihati. Semoga itu bisa ditindaklanjuti dan berdampak positif untuk Purbalingga dimasa depan. Terima kasih atas perhatianya. Jayalah Purbalingga dan tetap eksis untuk masa depan bersama.

Wasalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.


Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.