Plesir

Ayo! Wisata Edukatif ke Museum Usman Janatin

BRALING.COM, PURBALINGGA – Purbalingga kembali memiliki museum yang khusus dibangun untuk mengabadikan jasa pahlawan asal Kota Perwira. Jika sebelumnya sudah ada Museum Tempat Lahir Jendral Soedirman di Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, kini telah resmi berdiri Museum Usman Janatin.

Museum ini dibangun di dekat rumah Sersan KKO Usman Janatin di Desa Jatisaba Kecamatan Purbalingga. Akhir pekan kemarin, museum yang penyelesainnya dimotori oleh Lanud Wirasaba ini baru saja diresmikan.

“Museum Usman Janatin merupakan wujud penghargaan kita selaku bangsa Indonesia dan masyarakat Purbalingga pada khususnya terhadap perjuangan beliau,” ungkap Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Lanud Wirasaba, Letkol (Pnb) Andreas Dhewo.

Sekretaris Daerah (Sekda) Imam Subijakto saat peresmian mengatakan, museum ini bisa menjadi wahana wisata pendidikan di Purbalingga. “Di dalamnya terdapat fakta sejarah perjuangan peninggalan Usman Janatin yang harus diketahui oleh generasi muda Purbalingga,” katanya.

Kepala Seksi Sejarah Museum dan Kepurbakalaan pada Bidang Pariwisata Dinbudparpora Purbalingga, Rien Anggraeni mengaku telah mengupayakan bantuan fasilitasi museum Usman Janatin kepada pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Menurut dia, Bappeda provinsi telah berkomitmen pada tahun anggaran 2016 dapat melengkapi fasilitas buku-buku sejarah dan lainnya. “Nanti kami juga akan membuat surat kepada sekolah agar dapat memanfaatkan museum Usman Janatin sebagai lokasi wisata pendidikan yang harus dikunjungi para siswa,” kata Rien.

Saat ini, museum ini baru memajang foto dan berbagai peninggalan Usman Janatin termasuk berbagai penghargaan, surat-surat, baju-baju seragam dan radio transistor miliknya. Selain itu juga terdapat berbagai atribut kepangkatan TNI dan buku-buku tentang TNI.

Usman Janatin bin H Moch Ali, lahir di Dukuh Tawangsari, Desa Jatisaba, Kecamatan Purbalingga pada 18 Maret 1943. Anak kesepuluh dari 11 bersaudara pasangan H Moch Ali Hasan dan Rukiyah itu bergabung dengan Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI-kini TNI AL) setelah melalui pendidikan  militer yang digelar Korps Komando Operasi Angkatan Laut di Malang pada 1962.

Usai menjalani pendidikan militer, Usman lalu ditugaskan kesatuannya melakukan penyusupan Singapura dalam mengemban tugas Dwikora. Saat itu, pemerintah Presiden RI Soekarno tengah melancarkan perang dengan negara jiran Malaysia.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan