Pawarta

Layar Tanjleb FFP Dekatkan Warga Desa dengan Film

BRALING.COM, PURBALINGGA –¬†“Elok, Mas. Festival Film Purbalingga itu benar-benar mampu mendekatkan film dengan penontonnya. Ditambah ada doorprize di sela pemutaran yang semakin merekatkan warga dengan festival,” tutur Eddie Cahyono, sutradara film panjang “Siti” dari Yogyakarta.

Sudah dua malam Eddie berada dalam suasana Festival Film Purbalingga (FFP) di program Layar Tanjleb. Pada Minggu malam, 24 Mei 2015 di pelataran balai Desa Karangmalang, Kecamatan Bobotsari dan malam sebelumnya di Dusun Bandingan, Desa Majapura, Kecamatan Bobotsari.

Pegiat FFP Anggi Mutiara Oktavian mengatakan, pada dasarnya, titik lokasi layar tanjleb fleksibel dapat dilakukan di ruang mana saja. “Sepanjang mampu menghadirkan warga untuk mengapresiasi, meskipun semakin luas ruang yang ditawarkan semakin memberi peluang keleluasaan penonton,” ujarnya.

Layar tanjleb di Desa Karangmalang, halaman balai desa yang tidak terlalu luas tetap memungkinkan layar tertancap. Suasana keakraban antarwarga dan antara warga dengan pemerintah desa pun terasa hangat.

Pada kesempatan itu, diputar film pendek “Begal Watu” produksi pelajar SMA Rembang Purbalingga dan film pendek “Coblosan” produksi pelajar SMK Kutasari Purbalingga. Kedua film tersebut masuk seleksi Kompetisi Pelajar SMA se-Banyumas Raya FFP 2015.

Di sesi pemutaran berikutnya, dengan diselingi pembagian doorprize, diputar film dokumenter “Menonton Penonton” sutradara Ardi Wirda Irawan, film fiksi “Lemantun” sutradara Wregas Bhanuteja, dan film dokumenter “Digdaya Ing Bebaya” sutradara BW Purbanegara, serta memutar pula film panjang “Siti” sutradara Eddie Cahyono.

Menurut koordinator panitia lokal Amris Wahono, mengamati pergerakan Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga sebagai penggagas FFP sudah cukup lama. “Ada kepuasan bisa menghadirkan layar tanjleb ke desa kami karena warga senang ada hiburan,” ungkapnya.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan