BRALING.COM, PURBALINGGA – Satuan Reserse Polres Purbalingga telah menerima pelimpahan kasus pencurian enam tandan pisang di Desa Palumutan, Kecamatan Kemangkon. Polisi pun punya cara sendiri untuk menangani masalah ini.

“Berdasarkan objek nilainya, barang yang dicuri di bawah Rp 2,5 juta, tepatnya sekitar Rp 70 ribu,” kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Purbalingga, Ajun Komisaris Djuanidi mengungkapkan kepada wartawan, Selasa 12 Mei 2015.

[BACA: Kasus Pencurian Pisang di Palumutan Dilimpahkan ke Polres]

Mengingat para pelakunya masih di bawah umur, dan hanya satu yang dewasa, Polres Purbalingga akan mengedepankan penyelesaian kasus ini secara diversi atau musyawarah dan restorative justice. Ini sesuai dengan Pasal 1 poin 7 UU No 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak.

Diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana. Sementara restorative justice atau keadilan restoratif adalah penyelesaian perkara tindak pidana dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku/korban, dan pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula, dan bukan pembalasan.

“Kami akan undang korban, keluarga korban, keluarga pelaku, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemerintah desa setempat. Sebab selain masih anak-anak, pelaku juga ada yang masih duduk di bangku SD dan akan mengikuti ujian nasional,” katanya.

Jika dalam musyawarah tersebut dicapai kesepakatan, para pelaku yang masih anak-anak tersebut akan dikembalikan ke orang tua, dan barang bukti hasil curian itu akan diganti oleh pihak pelaku.

BANGKIT WISMO