Pawarta

Seleksi Anggota Polri, Kapolres Purbalingga Akan Tindak Suap

BRALING.COM, PURBALINGGA – Kepala Polres Purbalingga Ajun Komisaris Besar Anom Setyadji menegaskan Polres akan memproses secara hukum bagi pihak-pihak yang secara terbukti memberi maupun menerima imbalan dalam proses penerimaan anggota Polri.

“Saya tegaskan, penerimaan Polri tidak dipungut biaya serupiah pun. Jika memang ada oknum yang meminta imbalan yang katanya mampu meloloskan jadi polisi, dan ada yang memberi, berarti pemberi itu sudah tertipu,” kata AKBP Anom.

Dijumpai selepas penandatanganan Pakta Integritas Penerimaan Anggota Polri 2015 di GOR Mahesa Jenar Purbalingga, Senin 4 Mei 2015, Anom berkata seleksi anggota Polri harus tertib hukum. Sebab, Polri sedang mewujudkan komitmen melayani dan mengayomi masyarakat serta penegakan hukum.

“Kepada calon anggota Polri, saat seleksi memang berat, tapi lebih berat lagi jika sudah lulus dan menjadi anggota Polri. Kita harus menjadi yang terdepan berada di tengah masyarakat baik watu dan tenaga,” kata Kapolres Purbalingga.

Pada kesempatan itu, Kepala Bagian Sumber Daya Manusia (Sumda) Komisaris Mugiman memberikan penjelasan bahwa dalam penerimaan anggota Polri kali ini dilakukan serentak untuk tiga jenjang, masing-masing tamtama, brigadir dan taruna.

Kini, calon anggota Polri yang mendaftar melalui Polres Purbalingga sebanyak 215 orang. Untuk jenjang tamtama 21 orang, brigadir 189 orang dan taruna tujuh orang. Dari hasil seleksi awal, sebanyak 202 yang lulus untuk mengikuti seleksi di tingkat Polda.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan