Pawarta

Sineas Muda Purbalingga Moncer, Ini Janji Dua Dinas

BRALING.COM, PURBALINGGA – Kehebatan sineas muda di Purbalingga dalam menghasilkan karya film yang mampu mengharumkan Kota Perwira semakin diapresiasi. Dua dinas di Kabupaten Purbalingga pun mengikrarkan janji demi berkibarnya perfilman pendek di Purbalingga.

Dinas Pendidikan Purbalingga dan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda Olahraga (Dinbudparpora) Purbalingga menyatakan siap memfasilitasi kegiatan perfilman. Mereka berharap komunitas film dapat saling mendukung kegiatan peningkatan kreativitas pelajar dan promosi pariwisata Purbalingga.

Kepala Dinas Pendidikan Purbalingga, Tri Gunawan maupun Kepala Dinbudparpora, Subeno dalam focus group discussion (FGD) yang difasilitasi oleh Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta di Rumah Makan Warung Djoglo Purbalingga, akhir Mei lalu.

Diskusi terfokus tersebut digelar dalam rangka riset berjudul “Ruang Publik dan Lokalitas: Studi Kasus terhadap Festival Film Purbalingga dalam Sinema Indonesia Paska Orde Baru”. “Kami siap membantu SMP 4 Satu Atap Karangmoncol sebuah ruang editing,” kata Tri Gunawan.

Kata Tri Gunawan, sekolah yang berada di daerah terpencil ini memiliki segudang talenta dalam bidang perfilman. Namun, fasilitasnya masih terbatas. Sekarang, pengadaan ruang tersebut sedang proses lelang. Tri Gunawan juga menambahkan, Dinas Pendidikan siap bekerjasama dengan komunitas film.

Kepala Dinbudparpora, Subeno pun kembali menegaskan bahwa kantor dinas dapat digunakan menjadi rumah kedua bagi komunitas pemuda di Purbalingga. Ia membuka ruang selebar-lebarnya untuk kegiatan yang positif.

“Sekaligus saya ingin mohon maaf terkait insiden penarikan sewa gedung GOR Mahesa Djenar. Seharusnya itu tidak ada, hanya saja pegawai yang terkait tidak paham dan saya kebetulan berada di luar kota. Jadi ini salah paham saja,” kata dia.

Subeno mengatakan, sejatinya gelaran Festival Film Purbalingga (FFP) dapat menjadi media untuk mengangkat pariwisata Kota Perwira. Pasalnya, kegiatan ini pun dihadiri tamu dari luar kota, bahkan warganegara asing.

Niatan untuk mempromosikan film Purbalingga juga telah dilakukan oleh Subeno. Dia mengaku telah mengirim surat kepada maskapai penerbangan Garuda Indonesia untuk menayangkan film-film pelajar Purbalingga pada in-flight entertainment.

Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi UGM, Novi Kurnia mengemukakan, selain nilai lokalitas film Purbalingga yang menjadi keunikan persoalan yang diangkat dalam film juga cukup menarik perhatian. “Ini bisa menjadi media promosi pariwisata Purbalingga,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga, Bowo Leksono mengatakan, konflik berkepanjangan dengan Pemkab ternyata mampu membuat komunitas film pelajar untuk berpikir kreatif. Meski tidak memiliki fasilitas yang memadai, mereka tetap mampu membuat film yang berkualitas.

“Kami bersyukur dengan adanya perseteruan sejak 2007 itu. Kami terus mencoba mengkritisi kebijakan pemerintah lewat media film. Hingga saat ini even FFP 2015 selalu menjadi barometer perfilman di Banyumas Raya,” ucapnya.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan