Pawarta

Cara Warga Candinata Melawan Radikalisme dan Terorisme

BRALING.COM, PURBALINGGA – Warga Desa Candinata, Kecamatan Kutasari punya cara sendiri dalam melawan radikalisme dan terorisme. Daripada sekedar menyerang terorisme, warga memilih menggelar pengajian dan manakib di Pondok Pesantren Mamba’ul Ulum, Dusun Ambiyasa.

Agenda yang juga diisi dengan deklarasi anti antiradikalisme dan terorisme itu digelar Sabtu, 19 Maret 2016. Pada kesempatan itu, Pengasuh Ponpes Mamba’ul Ulum, Kiai Muhamad Abdul Ghoni mengemukakan, Islam merupakan agama yang damai dan toleran sejak 18 abad silam.

“Dengan pengajian ini, kami mengajak masyarakat Candinata dan sekitarnya untuk mencintai rosul, sahabat dan aulia serta menjalankan syariat Islam dengan spirit ahlussunah waljamaah yang mencintai tanah air. Sebab, mencintai tanah air merupakan bagian dari iman,” katanya.

Sementara itu dalam tausiahnya, Kiai Ahmad Gunanto, pengasuh Ponpes Alfatah, Karangsari, Karangmoncol mengemukakan, Islam mengajak pada persatuan dan kerukunan. Islam juga tidak mengajarkan kekerasan atau radikal, namun mengajarkan kelembutan dan perdamaian.

“Kita yang saat ini hidup di NKRI sudah seharusnya mencintai negara ini sesuai dengan ajaran Islam. Masyarakat harus diperkuat imannya, ngaji pada ulama di desa dulu, cinta pada ulama di desa. Jangan sampai ngaji di sana-sana malah terbaw aliran yang tidak sesuai dengan ajaran Islam,” katanya.

Kepala Desa Candinata, Masikin mengatakan, pemerintah desa mengajak warga untuk meningkatkan ukhuwah dan menjalankan Islam sesuai dengan ajaran yang benar. Apa lagi di Indonesia, ajaran agama jangan sampai keluar dari dasar negara.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan