Gaya

Puisi Chairil Anwar Membuat Hangat Sastra Purbalingga

BRALING.COM, PURBALINGGA – Puluhan puisi bikinan Chairil Anwar dan sejumlah penyair di Purbalingga dan Purwokerto membuat Purbalingga menghangat. Bahkan, panggung outdoor GOR Mahesa Jenar Purbalingga, Kamis 28 April 2016 tampak lebih berbinar.

Penampilan seni tari tradisional Dames oleh kelompok Laras Budaya dari Desa Bumisari, Kecamatan Bojongsari membuka rangkaian acara “Purbalingga Membaca Chairil Anwar” yang dihelat oleh Komunitas Teater dan Sastra Perwira Katasapa.

Ada penyair dan pejabat yang ikut manggung di gelaran terbuka itu. Seperti Agustav Triono, Trisnanto Budidoyo, Dharmadi, Wage Tegoeh Wijono, Haryono Soekiran dan Rido Agung Nugroho serta Saikhul Irfan Anwar.

“Selain untuk mengenalkan komunitas ini, acara ini mengangkat spirit Chairil Anwar, sang pembaharu dalam sastra Indonesia. Ini juga menjadi pelepas kerinduan para pegiat sastra dan teater di Purbalingga yang sekian lama seperti tiarap. Kami ingin dilakukan secara kontinyu,” kata Ketua Katasapa Ryan Rachman.

Ada pula penampilan Teater Brankas SMA 2 Purbalingga, musikalisasi puisi oleh Teater Teksas FIB Unsoed Purwokerto, Teater Didik IAIN Purwokerto, Teater Perisai UMP Purwokerto dan SMK Penerbangan Purbalingga serta kolaborasi Totman Multitalenan dengan Gaman Wahyudiana yang membawakan puisi lagu berbahasa Banyumasan.

Kemudian penampilan puisi on kanvas oleh Ryan Rachman yang berkolaborasi dengan pelukis Hadiwijaya dari Purwokerto dan Chune Yulianto dari Purbalingga.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Purbalingga Subeno mengapresiasi kegiatan itu. Ia berharap kegiatan itu tidak hanya sekali gebyar, namun dilakukan berkelanjutan. Pihaknya siap membarikan fasilitasi tempat di GOR Mahesa Jenar untuk kegiatan kesenian.

“Rencananya, nanti GOR ini akan dibuat Taman Budaya dimana ada panggung terbuka dan ruangan untuk memberi ruang para seniman di Purbalingga. Jika untuk pengembangan seni, bilang saja sama saya, tidak akan dimintai biaya,” katanya yang malam itu ikut membaca puisi.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan