Pawarta Pilihan

ASN Purbalingga Pakai Pakaian Adat, Bupati: Tak Menghalangi Kerja

BRALING.COM, PURBALINGGA – Mulai Rabu 18 Januari 2017 ini, Pemkab Purbalingga mewajibkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Purbalingga untuk menggunakan pakaian adat jawa dalam bekerja.

“Penggunaan pakaian adat Jawa diperlukan dalam rangka pengenalan, pembinaan, dan pengembangan kebudayaan nasional dan nguri-uri budaya Jawa Tengah,” kata Wakil Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon.

Kebijakan ini dilaksanakan setelah Pemkab merevisi Surat Edaran Bupati nomor 31 tahun 2016 tentang pakaian seragam dinas. Kebijakan pakaian adat ini akan diterapkan setiap tanggal 18 setiap bulannya.

Kebijakan ini pun langsung direspon oleh ASN di Kota Braling. Salah satunya dengan melakukan selfie dengan beskap ataupun kebaya mereka. “Seruu sekali bisa berswafoto dengan rekan-rekan kantor dan juga dengan ibu wakil bupati,” kata Tri Yuni Puspaningrum staf di Dinas Kesehatan.

Baca: Aturan Seragam ASN Di Purbalingga Berubah

Bupati bangun rumah memakai beskap

Pemkab Purbalingga optimis penggunaan pakaian adat jawa tak akan mengurangi kualitas pekerjaan ASN. Bupati Purbalingga, Tasdi SH MM telah berusaha membuktikan hal itu saat melaksanakan gerakan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Hari ini, setiap ASN kabupaten Purbalingga mengenakan pakaian tradisional banyumasan. Namun tidak menghalangi kita melakukan berbagai kegiatan di lapangan seperti rehab RTLH ini,” kata Bupati Tasdi.

“Mau peletakan batu pertama, ya bagaimana caranya itu bisa dilakukan,” ujar Bupati Tasdi seperti dikutip dari keterangan pers Humas Pemkab, Rabu 18 Januari 2017.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan