Gaya Pawarta

Film “Urut Sewu” menjadi Dokumenter Terbaik di Mafi Festival 2017

BRALING.COM, KEBUMEN – Film Dokumenter berjudul “Urut Sewu Bercerita” terpilih sebagai film Dokumenter Terbaik kategori pelajar pada ajang Malang Film Festival (Mafi Fest) 2017, Jumat 14 April 2017 malam.

Film yang mengangkat tentang persoalan masyarakat Urut Sewu di pesisir Kebumen itu diproduksi oleh SMKN 1 Kebumen, 2016 lalu. Sutradara film, Dewi Nur Aeni mengaku sangat senang dengan penghargaan kedua yang diraih film ini.

Sebelumnya, film dokumenter ini pernah menyabet penghargaan Dokumenter Terbaik dalam ajang Festival Film Pelajar Jogja (FFPJ) 2016. Film tersebut ialah hasil praktek kerja industri di Komunitas Sangkanparan Cilacap, tahun 2016.

“Film ini untuk menyuarakan keprihatinan terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir Urut Sewu Kebumen. Persoalan perebutan tanah di Urut Sewu ini sudah lama terjadi, tapi sampai sekarang belum ada titik terang,” jelas Dewi Nur Aeni.

“Warga selalu saja jadi korban. Tak hanya korban materil tapi juga fisik, karena TNI melakukan kekerasan terhadap warga,” lanjut pelajar SMKN 1 Kebumen ini.

Film ini mengupas kekerasan yang dialami masyarakat di pesisir pantai Urut Sewu ini melibatkan banyak narasumber. Salah satunya adalah Rohani, perempuan yang sempat mengalami kekerasan dari aparat meski dirinya tengah hamil 5 bulan.

Selain kategori dokumenter pelajar, Mafi Fest 2017 juga memberikan penghargaan untuk “Sedeng Sang” karya Mohammad Reza Fahriansyah raih penghargaan Film Fiksi Terbaik kategori mahasiswa, film berjudul “Uncle S” karya Panca Rafel dan Bayu Prabowo pada Film Fiksi Terbaik kategori pelajar, “Immadudin”karya Amanda Paramitha pada Dokumenter Terbaik kategori mahasiswa.

Pegiat Komunitas Sangkanparan Cilacap, Insan Indah Pribadi mengatakan, mulai dari riset, pengambilan gambar hingga proses editing film ini digarap oleh para pelajar. Komunitas Sangkanparan hanya memfasilitasi dan mendampingi proses kreatif tersebut.

Dia berharap, film tersebut dapat menyampaikan pesan dari masyarakat Urut Sewu. Sehingga muncul kepedulian dan mencari solusi dari masalah yang dialami masyarakat.

“Prestasi yang diraih para pelajar dalam event Festival tentu sangat membanggakan, karena film tersebut adalah karya pelajar, mereka berhak merayakan kemenangan mereka. Tapi sebenarnya yang terpenting adalah, bagaimana proses kreatif yang melibatkan banyak orang tersebut bisa berguna bagi masyarakat luas,” ujarnya.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan