Pawarta Pilihan

Daripada Berwirausaha, Pemuda Lebih Suka Kerja Pabrik

BRALING.COM, PURBALINGGA – Pelaku UMKM menaruh perhatian terhadap minat anak muda di Kota perwira untuk terjun menjadi enterpreneur. Mereka menilai, minat berwirausaha di kalangan muda relatif masih rendah.

Mereka prihatin jika anak muda di Purbalingga lebih memilih untuk menjadi pekerja di pabrik bulu mata dan rambut palsu, minimarket bahkan merantau. “Padahal, mereka aslinnya punya skill cukup untuk membuat produk,” kata Pemilik Kafia Brownies, Ratna.

Penjelasan Ratna itu merujuk pada banyaknya siswa sekolah menengah kejuruan, yang malah memilih menjadi pekerja, daripada mengasah skill yang didapatkan di sekolah. Pengalaman Ratna ini juga ditemukan oleh banyak pelaku UMKM.

Masalah minat wirausaha ini mencuat dalam diskusi yang digelar Purbalingga Business Center (PBC) di Pendapa Cahyana, Minggu 6 Agustus 2017. Diskusi itu diikuti oleh anggota PBC dan perwakilan sejumlah cluster UMKM.

Menurut Lukman, pelaku UMKM berbasis kuliner, kesadaran untuk menjadi wirausaha tidak hanya dikenalkan kepada anak muda. Namun juga, seluruh lapisan masyarakat di Purbalingga ini.

“Saya ini keluar dari pabrik, lalu mengembangkan usaha belut, tapi oleh tetangga saya malah dibilang ‘yang sabar ya mas’. Lah memangnya saya kenapa?” kata Lukman. Para pelaku UMKM sepakat untuk menyebarkan virus enterpreneur di Kota Perwira.

Purbalingga Business Center mencoba mengatasi masalah rendahnya minat berwirausaha ini dengan program Ayo Sukses. Program motivasi ini dikemas dalam bentuk talkshow yang menyasar pelajar.

Dalam program berbagi pengalaman itu, para pelajar tidak hanya dikenalkan dengan dunia enterpreneur dari para pelaku UMKM. Namun juga dikoneksikan dengan produk UMKM di Purbalingga.

“Tetapi bukan sebagai konsumen, melainkan sebagai mitra penjualan atau bahkan tenaga produksi. Kami meyakini sentuhan secara langsung ini bisa merangsang minat mereka untuk berwirausaha,” kata CEO PBC, Afit Setiyadi.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan