Pawarta

Menghadapi Konsumen yang Menolak Tawaran Produk

BRALING.COM, PURBALINGGA – Bagi sebagian orang, melakukan penjualan bukan hal yang mudah. Padahal, penjualan adalah cara utama agar bisnis bisa terus eksis. Bagaimana menghadapi calon konsumen yang merespon negatif penawaran produk

Yang perlu dipahami adalah pada dasarnya konsumen cenderung menolak penawaran yang datang padanya. Karena itu, seorang pemasar harus bisa meminimalkan resiko penolakan tersebut.

Dikutip dari Marketing.co.id, disebutkan ketika seorang calon konsumen harus memutuskan untuk membeli atau tidak, ia akan bertanya-tanya pada dirinya sendiri, apakah ia akan membelinya atau tidak.

Penolakan itu bisa saja muncul dengan pernyataan “tidak ada budget”, “saya pikirkan lebih dulu” atau malah “nanti saya tanyakan dulu kepada keluarga, saya kabari nanti yah”.

Nah, momen paling penting bagi penjual ialah ada pada beberapa detik singkat ketika calon konsumen sedang memikirkan apakah ia akan membeli atau tidak. Pada kondisi ini sejatinya calon konsumen butuh diyakinkan bukan ditunggu.

Penjual yang berpengalaman dan sukses tidak akan pernah menunggu jawaban konsumen. Ia lebih memilih langsung mengarahkan si prospek untuk sepakat melakukan pembelian.

Berikut ini dua tips mudah untuk menghadapi konsumen yang rawan menolak penjualan.

Pahami sikap konsumen

Ketika konsumen sedang tidak yakin sebenarnya ini pertanda baik. Ini berarti kamu masih bisa mendorong penjualan. Sebab, si calon konsumen sebenarnya sedang memberikan sinyal kepada penjual bahwa ia sedang tidak yakin mau memutuskan apa dan tolong bantu memutuskannya.

Jadi, inilah momen yang tepat bagi penjual untuk bisa merebut dan memanfaatkan peluang yang ada untuk mengarahkan prospek sampai ia mengatakan, “Oke, saya mau membelinya”.

Baca bahasa tubuh

Coba perhatikan bahasa tubuh, ekspresi muka dan mata. Kebanyakan penjual membuat kesalahan fatal dengan menunggu jawaban calon konsumen. Bahasa tubuh bisa menunjukan bagaimana sikap sebenarnya calon konsumen terhadap produk kamu.

Misalnya saja ketika calon konsumen melihat brosur dan tampak tak yakin dengan penawaran yang diberikan, langsung saja yakinkan ia dengan menjelaskan manfaat dari produk terhadap kehidupan konsumen.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan