bandara-di-purbalingga
Pawarta Pilihan

Sah! TNI AU Izinkan Akses Menuju Bandara

BRALING.COM, PURBALINGGA – Markas besar TNI Angkatan Udara sudah memberikan izin dan persetujuan pembangunan akses jalan menuju Bandara Jenderal Soedirman di wilayah Kemangkon.

Pemerintah Kabupaten Purbalingga akan menggunakan lahan milik TNI AU sebagai akses menuju bandara sepanjang 420 meter x 20 meter. Persetujuan itu disampaikan oleh Tim Teknis Aset TNI AU di ruang Rapat Disfaskonau Gedung B2 Lantai 7 Mabes AU Jakarta, Kamis 10 Agustus 2017.

Kadisfaskonau Marsekal Pertama TNI Ir Ruslan Efendi, MSc, Bupati Purbalingga Tasdi, Komandan Lanud Jenderal Soedirman Letkol Pnb Suparjo ST MM, Kasubdin Bin BTP Mabes TNI AU Kolonel Sus Tjoni Hendro Susanto hadir dalam rapat.

bandara-di-purbalingga
Rapat di Mabes TNI AU membahas akses ke bandara di Purbalingga

Kemudian ada Kabag Perencanaan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian perhubungan Syamsu Rizal, Kasubid Diseminasi Informasi Meteoroligi Penerbangan BMKG Herlina, Kepala Divisi Perencanaan dan Pengendalian Pelayanan Navigasi Penerbangan LPPNPI/Airnav Indonesia Endaryono, dan Ketua Tim Rencana Kerjasama Pengelolaan dan Pengembangan Bandara Wilayah PT AP II, Deni Krisnowibowo.

Dalam rapat itu juga membahas Menteri Perhubungan RI nomor AU.101/3/17 PHB 2017 tentang Pengembangan Lanud Jenderal Besar Soedirman. Yang isinya Menhub meminta kepada Menteri BUMN untuk menugaskan PT AP II guna membangun Bandara Jenderal Besar Soedirman.

“Poin ketiga, akan disusun MoU atau pernyataan bersama tentang rencana pembangunan dan pengusahaan Bandara Jenderal Besar Soedirman antara TNI AU, pemprov Jateng, Pemkab Purbalingga, PT AP II, Airnav Indonesia dan BMKG,” kata Bupati Tasdi.

Baca : Pembangunan Bandara Jenderal Soedirman Dimulai Oktober 2017

Kesepakatan bersama TNI AU ini menambah daftar kemantapan perkembangan bandara di Purbalingga. Sebelumnya, Menhub Budi Karya Sumadi dan Presiden Direktur PT AP II Muhammad Awaluddin telah datang ke Wirasaba.

PT AP II telah menyiapkan anggaran Rp 350 miliar untuk membangun berbagai sarana prasarana pendukung seperti runway, taxiway, bangunan terminal seluas 3.000 meter persegi dan sarana lain.

Untuk landasan pacu, dari sekarang 850 meter, akan diperpanjang menjadi 1.600 meter dengan lebar 30 meter. Tahap selanjutnya akan diperpanjang lagi menjadi 2.000 hingga 2.400 meter.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan