Pawarta Pilihan

Bupati Purbalingga Diminta Berhenti Berburu Rekor MURI

BRALING.COM, PURBALINGGA – Rekor Museum Rekor Indonesia alias MURI menjadi salah satu yang melekat pada Kabupaten Purbalingga di era kepemimpinan Tasdi dan Dyah Hayuning Pratiwi.

Bahkan, dalam dua tahun memimpin ini, Bupati Tasdi dan Wabup Tiwi memecahkan rekor MURI sebanyak 20 rekor. Terbaru, dua rekor MURI ditorehkan pada ajang Festival Gunung Slamet 2017 di Desa Serang, Kecamatan Karangreja.

Walau begitu, Gerakan Mahasiswa Purbalingga (Gemalingga) memilih untuk bersikap kritis terhadap pencapaian lewat rekor MURI ini. “Pernahkah kita berpikir dari mana sumber anggaran tersebut,” kata MPK Gemalingga, Dhimas Agung Ramadhan.

Dalam keterangan pers yang diterima Braling.com, Dhimas mengajak masyarakat cerdas menyikapi upaya berburu rekor MURI ini. Terutama memang soal biaya dan usaha yang harus dikeluarkan demi berburu rekor.

Baca: Ini Rekor Muri Yang Diciptakan Purbalingga Di Tahun 2016

Upaya berburu MURI seperti kontradiksi dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Purbalingga di tahun 2017 yang ternyata berada di peringkat 27 dari 35 kabupaten di Jawa Tengah.

“Disamping itu PNS dengan waktu yang dikorbankan untuk penyelenggaraan MURI seharusnya dapat dimanfaatkan untuk lebih focus pada pelayanan publik,” imbuh Dhimas.

Rekor MURI memang bisa menjadi penyemangat kebersamaan masyarakat di Kota Perwira akan tetapi masih ada konten rekor yang belum memberikan dampak serta bermanfaat bagi masyarakat Purbalingga.

Gemalingga berharap, Pemerintah Kabupaten Purbalingga dapat lebih fokus dengan program pemerintah yang lebih penting dari sekedar pemecahan Rekor MURI.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan