film-pendek-purbalingga-ffi-2017
Gaya Pilihan

Tiga Film Pendek Purbalingga menjadi Nominator FFI 2017

BRALING.COM, PURBALINGGA – Karya sinema dari anak muda Purbalingga kembali meramaikan daftar nominasi Film Pendek Terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2017. Tak tanggung-tanggung, ada tiga film sekaligus yang masuk nominasi ini.

Film itu ialah film “Babaran” sutradara Meilani Dina Pangestika dari SMAN 2 Purbalingga, “Lintah Darat” sutradara Putri Zakiyatun Ni’mah dari SMAN 1 Bukateja dan “Nyathil” garapan sutradara Anggita Dwi Martiana dari SMK Muhammadiyah 1 Bobotsari.

Ketiga film tersebut akan bertarung dengan tujuh film pendek dari berbagai daerah di Nusantara. Yakni film “Amak” sutradara Ella Angel, “Buang” sutradara Eugene Panji, “Jendela” sutradara Randi Pratansa, “Kleang Kabur Kanginan” sutradara Riyanto Tan Ageraha, “Pentas Terakhir” sutradara Triyanto ‘Genthong- Hapsoro, “Ruah” sutradara Makbul Mubarak dan “Salam Dari Kepiting Selatan” sutradara Zhafran Solichin.

Direktur Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga yang juga menjadi panitia lokal, Bowo Leksono menyebutkan film pelajar Purbalingga masuk nominasi FFI seperti sudah menjadi tradisi. Sebelumnya 2006, film “Ngemu Getih”, film “Pigura” mendapat Special Mention Dewan Juri FFI 2010, 2012 film “Langka Receh” dan “Mentari di Sambirata yang juga meraih Special Mention, tahun 2014 giliran film dokumenter “Penderes dan Pengidep.

“Sekarang malah tiga film sekaligus,” kata Bowo Leksono, Sabtu, 7 Oktober 2017. Keberhasilan tiga film pendek ini di 2017 merupakan kebanggan tersendiri bagi Kabupaten Purbalingga. Anak-anak dari desa ini akan terbang ke Manado untuk menghadiri malam penghargaan FFI 11 November 2017 mendatang.

Film bertajuk “Babaran” yang diproduksi Brankas Film SMA Negeri 2 Purbalingga ini berkisah tentang seorang supir truk bernama Slamet. Suatu hari, Lastri istrinya hendak melahirkan. Slamet pun harus mengantar barang sekaligus istrinya.

Sementara film “Lintah Darat”, produksi Sabuk Cinema SMA Negeri 1 Bukateja Purbalingga bertutur tentang seorang rentenir bernama Nurohmat yang insyaf dari pekerjaannya.

Dan, film berjudul “Nyathil” produksi Saka Sinema SMK Muhammadiyah 1 Bobotsari Purbalingga mengisahkan tentang seorang pelajar SMK yang berusaha membongkar dugaan praktik korupsi yang dilakukan oleh Kepala Desa dan perangkatnya terkait program bantuan renovasi rumah warga miskin.

Dia harus menghadapi ancaram fisik dan teror. “Film “Nyathil” pernah memenangkan penghargaan Film Terbaik I Kategori Fiksi Lomba Film Pendek Pendidikan Anak dan Remaja 2017, Kemendikbud dan Nominasi Kategori Fiksi Pelajar Festival Film Kawal Harta Negara (FFKHN) 2017,” jelas Bowo.

Sutradara film “Babaran”, Meilani Dina Pangestika mengaku terkejut filmnya bisa masuk sebagai nominator FFI 2017. Di ajang tersebut, film garapannya itu akan diapresiasi oleh seluruh masyarakat Indonesia.

“Senang, kaget juga. Tidak menyangka bisa masuk nominasi. Semoga bisa mendapatkan hasil yang terbaik,” Meilani Dina Pangestika.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan