Plesir

Yang Beda dari Baturrajazz 2017 di Bukit Bintang Baturraden

BRALING.COM, PURWOKERTO – Baturraden Jazz Festival (Baturrajazz) 2017 tidak hanya akan diramaikan musisi beraliran jazz, namun juga disemarakkan oleh seniman muda dari sejumlah unit kegiatan mahasiswa seni rupa di Purwokerto.

Dalam Baturrajazz 2017 yang digelar Sabtu 21 Oktober 2017 ini, mereka memamerkan karya-karyanya pada beberapa stand yang disiapkan, di Teater Alam Bukit Bintang, Desa Karangmangu, Kecamatan Baturraden, Banyumas.

Anggota tim Art Work dan Lay Outing, Damaz Zenasta berkata, para perupa muda ini diundang untuk memajang karyanya di area konser. Selain itu, rencananya stand tersebut digunakan untuk titik berfoto para pengunjung.

Baca: Barry Likumahuwa Sudah Tak Sabar Tampil Di Baturrajazz 2017

“Jadi kami juga memberikan ruang untuk para perupa untuk mengenalkan karyanya. Sekaligus bisa dimanfaatkan untuk berfoto,” kata Damas kepada wartawan, Kamis 19 Oktober 2017.

Untuk art work, imbuh Damaz, dua hari lalu pihaknya telah meluncurkan video promo Baturrajazz di berbagai jejaring sosial media. Dalam waktu singkat, video berdurasi 1 menit 8 detik itu dibagikan oleh ribuan warganet.

Baturrajazz-jazz-baturraden-banyumas
Asyiknya Baturrajazz di tahun 2016 lalu.

Pelibatan perupa muda dan art work ini menjadi kemasan pembeda Baturrajazz tahun ini. Setahun sebelumnya, konser musik yang digagas pemuda Desa Karangmangu, Kecamatan Baturraden ini mengusung nuansa Banyumasan lewat aransemen lagu.

“Desain dan tata letak panggung, Sabtu pagi diperkirakan selesai. Malam harinya, pengunjung bisa menikmati sensasi menonton konser, menyaksikan art work dan menikmati keindahan alam Baturraden dengan latar Kota Purwokerto,” kata dia.

Koordinator Baturrajazz, Prayitno menjelaskan bahwa Baturrajazz tahun ini menyapa penikmat musik, wisatawan dan masyarakat dengan suguhan yang lebih menarik. Kehadiran musisi jazz, Barry Likumahuwa dengan solo project BL Xperiment, AbsurdNation dari Semarang, Jess Kidding, Staccato, serta Brian and The Juno dan Sasmi Unsoed dari Purwokerto adalah jaminan bagi para penonton.

“Tahun ini, kami meningkatkan kualitas performernya karena animo penonton yang semakin meningkat setiap tahun,” kata Prayitno. Konser jazz satu-satunya di Baturraden ini diharapkan dapat membawa dampak positif terhadap peningkatan kuantitas dan durasi tinggal wisatawan di Baturraden.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan