Plesir

Desa Wisata di Purbalingga Mulai Sepi Peminat?

BRALING.COM, PURBALINGGA – Belum lama bermunculan layaknya jamur di musim penghujan dan Pemkab Purbalingga tampak serius mengembangkan desa wisata, sejumlah pengelola desa wisata di Purbalingga sudah mengeluhkan jumlah pengunjung yang menurun pada tahun ini.

Kondisi itu salah satunya diakui oleh Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ardi Mandala Giri Desa Panusupan, Kecamatan Rembang, Yanto Supardi, ketika ikut Juguran Selapanan di Owabong Waterpark, Selasa 21 November 2017 malam.

Kata Yanto, sejak awal tahun hingga saat ini, jumlah pengunjung hanya berkisar rata-rata 3.000 orang per bulan. Berbeda dengan kondisi tahun lalu yang mencapai belasan ribu pengunjung per bulan.

“Sebelumnya kami ingin mohon maaf kepada Dinporapar Purbalingga karena kami hanya diminta data jumlah pengunjung. Tahun ini pengunjung di desa kami mulai merosot tajam,” kata Yanto saat diskusi santai itu.

Menurut dia, Panusupan sudah diingatkan oleh pegiat wisata lainnya untuk tidak terlalu terfokus menggarap wahana atau spot untuk selfie. Tetapi, pengembangan wahana yang tersedia memang berjalan lamban, sehingga wisatawan cenderung merasa bosan.

Panusupan masih memiliki potensi yang belum tergarap maksimal di desanya. Seperti kelompok seni budaya yang jumlahnya cukup banyak, serta beberapa situs sejarah. Aktivitas telusur sungai dan jelajah alam juga masih bisa dikembangkan.

“Sebenarnya Desa Panusupan bisa dijadikan desa wisata budaya dengan potensinya yang sangat banyak. Tapi karena tidak ada dukungan dari pemerintah desa jadi kami berjalan apa adanya. Nah ini bagaimana solusinya,” kata Yanto.

Direktur PD Owabong, Hartono mengingatkan, perkembangan jumlah desa wisata di Purbalingga sebenarnya sangat menggembirakan. Namun, mereka akan tumbang apabila hanya mengandalkan titik berfoto atau pemandangan alam saja.

“Itu tidak akan lama, paling bertahan hanya 3 tahun. Mohon maaf jika ini menyakitkan bagi pegiat desa wisata,” kata Hartono yang juga sudah malang melintang di bisnis konsultan wisata.

“Tren wisata yang dicari wisatawan saat ini adalah yang memiliki keunikan dan interaktif. Bisa memegang dan merasakan. Misal taman bunga, bisa memegang bunga, belajar menanam dan merawat bunga,” tambah Hartono.

Kepala Bidang Pariwisata Dinporapar Purbalingga, Mulyanto memaparkan, kunjungan wisatawan di sejumlah desa wisata tercatat mencapai 470 ribu orang hingga bulan Oktober 2017. Pada libur Lebaran lalu, paling banyak Desa Wisata Serang.

Kedepan, Purbalingga sedang merencanakan untuk menggunakan dana sekitar Rp 5,2 M untuk melakukan pengembangan, membuat perizinan hingga melakukan promosi objek wisata serta meningkatkan kualitas SDM pengelola jasa wisata.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan