lomba adiwiyata purbalingga
Pawarta

Lomba Adiwiyata 2017, Purbalingga Seleksi 24 Sekolah

BRALING.COM, PURBALINGGA – Purbalingga menyeleksi 24 sekolah mulai jenjang SD hingga SMA/SMK dalam ajang Lomba Sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten di tahun 2017.

Penilaian dilakukan bertahap mulai 6 November 2017. Penilaian Adiwiyata bertujuan untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan hidup melalui kegiatan pembinaan, penilaian dan pemberian penghargaan Adiwiyata kepada sekolah.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Bahan Berbahaya Beracun dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup (PS, B3 PKLH) Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purbalingga, Sukirto merinci ada delapan SD, 10 SMP dan 6 SMA/SMK dalam lomba tahun ini.

“Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang telah menerapkan sistem dengan maksud untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan,” kata Sukirto, Senin 6 November 2017.

Sukirto mengatakan, sekolah yang telah melaksanakan program Adiwiyata berhak untuk mendapatkan penilaian dan selanjutnya diberikan penghargaan yang diberikan secara berjenjang.

“Soal nomor prestasi, bukan tujuan utama, namun yang paling utama adalah membangkitkan kepedulian dan berbudaya lingkungan hidup dalam kehidupan di sekolah,” lanjut Sukirto.

Kriteria penilaian penghargaan Adiwiyata meliputi aspek kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan hidup, aspek kurikulum sekolah berbasis lingkungan hidup, aspek kegiatan lingkungan di sekolah berbasis partisipatif dan aspek pengelolaan sarana dan prasarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan.

“Sekolah yang telah menerapkan Program adiwiyata dapat merasakan manfaat baik bagi penerapan sistem belajar, proses belajar dan  hasil pembelajaran  khususnya bagi peserta didik,” sambung dia.

Kepala SDN 1 Limbasari, Kecamatan Bobotsari, Rr Dwi Suci berkata, program Adiwiyata yang digalakkan oleh Pemkab Purbalingga melalui Dinas Lingkungan Hidup sangat baik bagi sekolah.

“Program Adiwiyata kami nilai mampu mengubah perilaku warga sekolah untuk melakukan budaya pelestarian lingkungan serta mampu menciptakan kondisi belajar mengajar yang lebih nyaman dan  kondusif bagi seluruh warga sekolah,” kata Dwi Suci.

Kepala SDN 3 Kutabawa, Suparto berkata, program Adiwiyata menjadi tempat pembelajaran bagi generasi muda tentang pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik, dan benar.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan