Pawarta

UMKM Purbalingga Harus Memanfaatkan Media Sosial dalam Pemasaran

BRALING.COM, PURBALINGGA – Pelaku industri kreatif di level usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang berada di Purbalingga didorong untuk meningkatkan kapasitas binisnya melalui pemasaran produk dengan media digital.

Direktur Pengembangan Pasar Dalam Negeri, Deputi Pemasaran Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKraf), Sappe M Sirait meminta pelaku UMKM tidak hanya memasarnkan produk secara tradisional.

“Media digital seperti Facebook, twitter, instagram, youtube, blog dan e-commerce memiliki potensi sangat besar,” katanya saat membuka Bimbingan Teknis Pengembangan Publikasi Produk Kreatif, di Andrawina ConventionHall, Owabong, Kamis 9 November 2017.

Publikasi secara tradisional membutuhkan biaya besar dan jangkauannya terbatas. Sedangkan publikasi melalui media digital sangat murah dengan jangkauan yang luar biasa, karena dapat dilihat siapapun baik di Indoneaia bahkan oleh konsumen di luar negeri.

Iyan Radiana dari MarkPlus Institute mengatakan, branding produk lebih cepat bila dilakukan melalui media digital. Karenanya digital media penting dikuasai oleh pelaku usaha kreatif.

Dengan menguasai media digital, pelaku usaha kreatif menjadi melek perkembangan kebutuhan pelanggan, mengerti publikasi bisnis, mampu memperbaiki, meningkatkan penjualan dan meningkatkan brand awareness.

“Netizen Indonesia adalah netizen teraktif di dunia. Sehingga meski baru UMKM, jika sudah memanfaatkan media sosial, Teri-pun terlihat seperti Hiu,” kata Iyan.

Peserta bimtek diberikan tips dan trik publikasi dan pemasaran produk melaui media digital. Peserta juga dilatih menentukan target pasar, mendesain pesan publikasi, memilih media publikasi dan merumuskan cara untuk menciptakan buss dan viral marketing.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Imam Sudjono menyebut Purbalingga sangat pro terhadap pemberdayaan UKM dan ekonomi kreatif. Salah satunya dengan dengan munculnya kebijakan Bela Beli Produk Purbalingga. “Kami juga sudah melatih 200-an pelaku usaha memasarkan produknya secara online. Saat ini sudah ada 50 pasukan resseler,” jelasnya.

Bimtek diselenggarakan sehari diikuti oleh 85 orang dari pelaku usaha kreatif jenis usaha batik, aksesoris, kuliner, aneka kerajinan, komunitas foto, komunitas film, design dan fashion, percetakan, media massa, konveksi dan kaos kreatif, penyandang difabel, PKK dan pebisnis online.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan