investasi-purbalingga
Pawarta

Wacana Pabrik Gula di Purbalingga Muncul Lagi

BRALING.COM, PURBALINGGA – Rencana hadirnya pabrik gula di Purbalingga kembali muncul. Kali ini, rencana itu muncul dari pengusaha asal Tegal, Bambang Sumardi.

Sebelumnya, pernah ada rencana pembangunan pabrik gula di wilayah Desa Kedungbenda, Kecamatan Kemangkon. Meskipun sudah sampai pada tahap sosialisasi, namun rencana itu kemudian kandas.

Bambang Sumardi bertemu Bupati Tasdi bersama dengan Sukento Rido Marhaendrianto, mantan Bupati Purbalingga. Sejumlah pejabat dari dinas terkait turut datang dalam pertemuan di ruang rapat bupati itu.

“Pak Bambang Sumardi berkomitmen untuk membangun pabrik gula di Purbalingga. Memang bukan skala besar, namun akan diawali dengan  kapasitas 500 ton,” ungkap Bupati Tasdi selepas pertemuan, Rabu 29 November 2017.

Bupati Tasdi menyebutkan Pemkab Purbalingga sangat terbuka dengan investor yang akan menanamkan modalnya dan membangun usaha. Apalagi untuk bidang pertanian. “Kita berharap rencana ini serius. Karena ketika di Purbalingga terdapat pabrik gula otomatis antusias petani tebu akan meningkat,” kata Bupati Tasdi..

Bambang Sumardi mengaku senang karena Purbalingga sangat welcome terhadap rencana pembangunan pabrik gula mini. Pihaknya akan segera mematangkan perencanaan sehingga dalam waktu tidak lama akan bisa terealisasi.

“Komitmen ini modal awal. Nanti akan kita matangkan dan tahap berikutnya kami kembali ke Purbalingga dengan rencana investasi yang lebih mantap,” kata Bambang Sumardi didampingi putranya Wendi Sumardi, Direktur Garuda Mas Kota Tegal.

Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Purbalingga, Lily Purwati juga senang dengan adanya rencana investasi itu. Walaupun kapasitasnya tidak terlalu tinggi, yakni 500 ton, jika ini terwujud bakal membangkitkan kembali gairah petani tebu.

“Dengan kapasitas produksi 500 ton, pada tahap pertama dibutuhkan lahan sekira 500 hektar. Kami semangat lagi mengembangkan budidaya tebu yang saat ini sedang menurun,” katanya.

Saat ini petani tak lagi melakukan penggilingan di Pabrik Gula Sumberharjo Pemalang karena tutup. Sehingga petani harus melakukan penggilingan ke Madukismo Bantul, atau ke Banjaratma Brebes bahkan ke Tersana Baru Cirebon.

“Tentu kondisi ini tak menguntungkan karena petani harus mengeluarkan biaya operasional tinggi karena perjalananya jauh. Ini angin segar bagi petani dan kita berharap pabrik gula di Purbalingga terwujud,” jelas Lily.

Kota Perwira pernah memiliki luasan lahan tebu mencapai 1600 hektar pada musim giling 2012 – 2013. Saat itu, produksinya mencapai rata-rata 750 kwintal/ha. “Saat ini tinggal memiliki 500-an hektar dengan produktifitas yang rendah hanya sekitar 540 kwintal perhektar,” jelasnya.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan