Purbalingga Business Center
Pawarta

Ini yang Dibutuhkan Produk Lokal Purbalingga Agar Terus Mampu Bersaing

BRALING.COM, PURBALINGGA – Produk lokal dari Purbalingga harus memiliki diferensiasi serta keunikan, demi menjaga eksistensi produk di tengah persaingan yang semakin ketat.

Apalagi dengan hadirnya kemudahan transportasi berkat adanya Bandara Jenderal Besar Soedirman, Exit Toll Pemalang, hingga Banyumas Rapid Transit (BRT), yang akan membuat tantangan produk lokal di industri pariwisata kian besar.

“Sekarang ini masih bingung mencari kuliner khas Purbalingga. Selama ini yang terlihat malah getuk goreng, nopia sampai mendoan yang juga ada di daerah lain,” kata Direktur PD Owabong Hartono.

Hartono, Direktrur PD Pustahastama Kris Hartoyo serta pelaku usaha membahas potensi produk lokal itu saat Kongres Purbalingga Business Center (PBC) di Joglo Wande Kare Om Iyo Desa Munjul Kecamatan Kutasari, Minggu 7 Januari 2017.

Keberadaan produk lokal yang khas sangat penting bagi Kota Perwia mengingat Purbalingga menargetkan berada di lima besar destinasi wisata terbaik di Jawa Tengah, dalam beberapa tahun kedepan.

Karena itu, menurut Hartono, sekarang adalah waktu yang tepat menyiapkan produk serta membangun jaringan produksi dan pemasaran produk. “Bisnis itu sebenarnya tentang jaringan,” kata Hartono.

Pada kesempatan itu, PD Owabong pun kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan produk lokal Purbalingga. “Kami siap untuk bekerjasama, asalkan pelaku usaha bisa tahan banting dan konsisten,” ujar Hartono.

Purbalingga Business Center

Direktur PD Puspahastama, Kris Hartoyo mengatakan, sudah waktunya produk lokal Purbalingga dipasarkan dengan konsep branding yang kuat. “Berani branding dan berani membuat harga, apalagi kalau memang khas Purbalingga,” kata dia.

Dalam upaya branding, forum seperti Purbalingga Business Center (PBC) ini pun lantas menjadi hal yang penting keberadaannya. “PBC ini menjadi ruang diskusi, konsultasi dan kolaborasi untuk memajukan produk yang mudah terbranding,” imbuhnya.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) PBC, Afit Setiyadi menjelaskan bahwa PBC memang merupakan forum yang berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas bisnis anggotanya dengan program edukasi dan pemasaran.

Kongres PBC 2018 menjadi momen untuk membangun semangat kebersamaan dan kolaborasi di antara pelaku usaha. “Jadi tidak hanya silaturahmi, namun juga ada tindaklanjut program kerja yang berbasis kebutuhan anggota PBC,” kata Afit Setiyadi.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan