KNPI Purbalingga
Pawarta

Pemuda Purbalingga Harus Lebih Berani Berkolaborasi

BRALING.COM, PURBALINGGA – Pemuda Purbalingga harus lebih berani berkolaborasi untuk menghadapi tantangan di era digital serta bonus demografi yang diprediksi akan dihadapi Indonesia, dalam beberapa tahun ke depan.

Hal itu menjadi bagian dari pesan DPD KNPI Purbalingga dalam penyelenggaraaan Forum Purbalingga Muda (FPM) yang digelar 3-4 Februari 2018 di Villa Davos Desa Wisata Serang. FPM 2018 mengangkat tema Purbalingga Milenial: Anak Muda Nahkoda Perubahan.

Ketua Panitia FPM 2018, Dhimas Agung Ramadhan menjelaskan bahwa era digital dan tantangan bonus demografi membuat peran pemuda milenial semakin penting. Dan, tantangan ini tidak bisa dihadapi sendiri.

“Pemuda milenial harus memaksimalkan berkolaborasi dalam segala bidang serta menempatkan pemuda ditempatkan di peran-peran strategis sehingga pemuda akan semakin siap menghadapi tantangan sosial yang ada,” kata Dhimas.

Bendahara KNPI Purbalingga Setiyani Rahayu menambahkan kolaborasi di kalangan anak muda akan semakin bermanfaat di tengah masyarakat bila mampu mengangkat isu-isu yang selama ini terpinggirkan. Misalnya isu tentang disabilitas hingga pelayanan publik.

FPM 2018 diikuti oleh 40 peserta. Pemateri yang dihadirkan pun sangat bervariasi. Seperti Akademisi UMP, Iwan Fakhrudin, Komisioner KPUD Purbalingga, Mey Nurlela, Komisaris Warga Muda, Wildanshah, serta Kordinator Gusdurian Purbalingga, Gus Basyir Fadlulah.

Setelah menginguti FPM 2018, peserta akan diminta membuat buku tentang kepemudaan dan Kota Perwira. Buku itu akan memuat esai dari peserta FPM.

BANGKIT WISMO


Tinggalkan Balasan