Uncategorized

Cerita Fiksi Bahasa Banyumasan Itu Penting dan Dibutuhkan

BRALING.COM, PURBALINGGA – Pegiat sastra dan teater Purbalingga, Agustav Triono mengatakan bahwa karya sastra menggunakan bahasa Banyumasan sangat penting bagi masyarakat di Bumi Panginyongan.

Terutama sebagai salah satu ikhtiar untuk merawat nilai-nilai lokalitas dan juga kosakata Bahasa Banyumasan. Agustav Triono menyampaikan hal itu ketika mengulas buku cerita cekak (cerkak) berbahasa Banyumasan, Doresani.

Doresani merupakan buku kumpulan cerkak yang diluncurkan Agus Pribadi di Rumah Makan Wapo, Wirasana, Minggu 4 Maret 2018. Dalam waktu bersamaan, selain Doresani, Agus Pribadi juga merilis buku “36 Rahasia Bisa Menulis” dan “Unggas-Unggas Bersayap Putih”.

Baca: Tiga Buku Agus Pribadi Bakal Diterbitkan Sekaligus Dibedah Di Purbalingga

Peluncuran buku ditandai dengan penyerahan buku oleh Agus Pribadi kepada Pristiani Florida, Kepala SMP Negeri 5 Mrebet. Kemudian, Pristiani Florida menyerahkan buku kepada Prasetyo, guru SMPN 1 Bukateja sekaligus pegiat literasi di Purbalingga.

Dalam acara itu, selain Agustav, juga ada Ryan Rachman yag turut mengulas buku Doresani. Kata Ryan Rachman, meski masih sederhana, namun karya Agus Pribadi tersebut patut dibaca khususnya oleh generasi muda.

“Saya salut dengan Agus Pribadi yang mampu mengambil kejadian keseharian menjadi sebuah cerkak,” kata Ryan Rachman.

BANGKIT WISMO


Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.