Pawarta

Kasus Stunting di Purbalingga Nomor 3 di Jawa Tengah

BRALING.COM, PURBALINGGA – Dari 11 kabupaten di Jawa Tengah, Kabupaten Purbalingga berada di peringkat tiga teratas untuk masalah pertumbuhan anak yang tidak maksimal karena kekurangan asupan gizi atau stunting.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Purbalingga, Hanung Wikantono mengungkapkan hal itu ketika Sosialisasi dan Advokasi POPM Kecacingan Tingkat Kabupaten Purbalingga Tahun 2018 di Bale Apoeng Purbalingga, Rabu 14 Maret 2018.

“Dari 100 Kabupaten Prioritas di Indonesia, 11 diantaranya merupakan Kabupaten di Jawa Tengah. Dan Purbalingga masuk di peringkat 3 dari 11 Kabupaten yang ada di Jawa Tengah setelah Kabupaten Brebes dan Pemalang,” kata Hanung.

Prioritas penangggulangan stunting di Purbalingga fokus pada 10 desa. Yakni Desa Pelumutan Kecamatan Kemangkon, Desa Cilapar Kecamatan Kaligondang, Desa Brecek dan Desa Sempor Lor Kecamatan Kalikajar.

Desa Candinata Kecamatan Kutasari, Desa Kradenan, Desa Selaganggeng dan Desa Sangkanayu di Kecamatan Mrebet, Desa Bantarbarang Kecamatan Rembang serta Desa Kalitinggar Kecamatan Padamara.

“Stunting adalah masalah kurang gizi kronis akibat pemberian makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi,” papar Hanung seperti dikutip dari keterangan pers Dinkominfo Purbalingga.

Persoalan stunting yang terjadi, indikatornya mengacu pada berat badan yang berbanding terbalik dengan usia. Stunting menyebabkan tumbuh kembang seseorang tidak sesuai dengan orang-orang seusianya.

“Tidak sekedar itu, stunting juga dapat mengakibatkan seseorang mudah sakit, berkurangnya kognitif, fungsi tubuh tidak seimbang dan postur tubuh tidak maksimal saat dewasa,” ujar Hanung.

Stunting dapat dicegah sebelum terjadi pada anak. Penanganannya menurut Hanung mulai dari gaya hidup sehat, pemberian gizi yang baik, kontrol kesehatan dan tumbuh kembang anak serta imunisasi.

Yang terpenting pemenuhan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan dengan memperhatikan kecukupan gizi selama kehamilan, memberikan ASI eksklusif selama enam bulan, serta memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) sesuai kecukupan gizi anak.

“Sedangkan bagi anak yang sudah terlanjur terkena stunting, dapat diberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), pemulihan, stimulasi pengasuhan dan pendidikan berkelanjutan,” kata Hanung Wikantono.

BANGKIT WISMO


Tinggalkan Balasan