Pawarta

Pembangunan Desa di Purbalingga Juga Butuh Pemuda Zaman Now

BRALING.COM, PURBALINGGA – Indonesia sudah memasuki era millenial, jaringan internet ada di mana-mana. Diperlukan pendekatan khusus untuk membangun desa di era terkoneksi ini.

Dalam diskusi Bincang Desa 2018 yang digelar Purbalingga Bergerak diulas tentang peran pemuda sebagai generasi yang sangat berpengaruh dalam pembangunan bangsa. Pemuda selalu menjadi harapan dalam setiap kemajuan dalam setiap bidang.

Bincang Desa 2018 dengan bertajuk “Membangun Desa di Era Millenial” menghadirkan founder Kampung Marketer, Nofi Bayu Darmawan dan Dosen UTY dan pegiat Mata Garuda, Vidya Spaey P.A.

Acara ini digelar di Operation Room Komplek Pendapa Dipokusumo Purbalingga, Sabtu 17 Maret 2018. Sedikitnya 130 peserta dari Pendamping Program Keluarga Harapan, Pendamping Lokal Desa dan para pegiat desa hadir dalam diskusi ini.

Asisten I Sekda Purbalingga, Agus Winarno menjelaskan peran pemuda dalam pembangunan di Purbalingga snagat dibutuhkan. Ini Mengingat masih banyaknya permasalahan pembangunan desa, diantaranya, tingginya tingkat kemiskinan di desa.

“Saat ini terdapat 45 Desa prioritas penanggulanan kemiskinan atau desa merah sebanyak 18,89 persen. Terbatasnya SDM masyarakat dan terbatasnya kapasitas aparatur pemerintah desa, dan masih rendahnya upaya pembangunan dan pengembangan desa menggunakan teknologi digital atau digital marketing,” jelas Agus.

Perbedaan topografi wilayah berakibat pada beranekanya potensi dan permasalahan, sehigga intervensi untuk meningkatkan kesejahteraan atau pengentasan kemiskinan harus berbeda pada masing-masing desa.

Ketua Purbalingga Bergerak, Andi Pranowo, mengungkapkan, tujuan Bincang Desa 2018 ini untuk memberikan inspirasi para pemuda dalam membangun desa juga untk memotivasi jiwa peserta agar lebih giat untuk berorganisasi dan saling bersinergi untuk membangun negeri.

“Pemuda zaman sekarang sangatlah berbeda apabila dibandingkan dengan generasi terdahulu. Dari segi pergaulan, pola berpikir dan cara mereka menyelesaikan malasah yang sedang dihadapinya. Sedangkan pemuda zaman dahulu lebih berpikir secara rasional dan jauh kedepan,” kata dia.

Pemuda merupakan generasi yang sangat berpengaruh untuk proses pembangunan bangsa. Menurutnya, pemuda selalu menjadi harapan dalam setiap kemajuan didalam suatu bangsa. “Kita dapat mengubah pandangan orang dan menjadi tumpuan para generasi terdahulu,” imbuh dia.

BANGKIT WISMO

 


Tinggalkan Balasan