unsoed purbalingga
Pawarta Pilihan

Purbalingga & Unsoed Purwokerto Bahas Rencana Program Beasiswa Kedokteran

BRALING.COM, PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga masih terus melobi universitas untuk mewujudkan program one village one doctor pada tahun 2018 ini. Kali ini, sasaran kerjasamanya ialah Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.

Wakil Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi dan sejumlah pejabat Pemkab Purbalingga sudah bertemu dengan Rektor Unsoed, Achmad Iqbal  untuk menjelaskan perihal rencana kerjasama ini.

Pada pertemuan di medio Maret 2018 ini, Wabup Tiwi menjelaskan Purbalingga masih kekurangan dokter di tiap-tiap kecamatan. Dari data yang ada saat ini ada 116 dokter baik umum maupun spesialis dan hanya 12 dokter yang asli dari Purbalingga.

“Jika 1 dokter mengampu 3 ribu penduduk maka dibutuhkan 302 dokter sehingga masih kekurangan sekitar 186 dokter,” tambahnya saat audensi di Ruang rektorat Unsoed Purwokerto, Selasa 14 Maret 2018.

Baca: Pemkab Purbalingga Dekati Universitas Ini Demi Program Beasiswa Kedokteran

Wabup Tiwi menyebutkan program beasiswa kedokteran itu diharapkan bisa mengatasi permasalahan kesehatan yang ada di Purbalingga. Program ini nantinya untuk anak-anak yang berprestasi dari keluarga tidak mampu yang mempunyai minat menjadi dokter dan setelah lulus akan megabdikan dirinya untuk mengatasi permasalahan kesehatan di lingkungan tempat tinggalnya.

Rektor Unsoed, Achmad Iqbal menyambut baik program yang ditawarkan oleh Pemkab Purbalingga, namun demikian mekanisme penerimaan mahasiswa harus sesuai dengan ketentuan yang ada, yakni melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan seleksi Mandiri.

“Selama ini tiap tahunnya untuk Fakultas kedokteran hanya menerima 120 mahasiswa, yang terdiri dari 30 persen dari jalur SNMPTN, 50 persen dari SBMPTN dan 20 persen dari seleksi Mandiri,” katanya.

Baca: Tentang Rencana Beasiswa Kedokteran, Begini Tanggapan UGM

Achmad Iqbal menyebut, Unsoed sudah pernah berkerjasama dengan sejumlah kementerian dan pemerintah kabupaten. Namun, untuk format beasiswa kedoteran baru pernah ada dengan Pemkab Purbalingga.

“Banyak Pemkab yang menawarkan tanahnya untuk dibangunkan satu fakultas di wilayahnya, seperti hibah Pemkab Purbalingga untuk Fakultas Sains dan Teknik, namun kami belum merealisasinya,” katanya.

BANGKIT WISMO


Tinggalkan Balasan