Baznas Purbalingga
baznas Pawarta

Baznas Purbalingga Himpun Rp 79,2 Juta Lewat Pembayaran Zakat Serentak

BRALING.COM, PURBALINGGA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Purbalingga berhasil menghimpun dana zakat mencapai Rp 79.240.800 melalui program Layanan Pembayaran Zakat Pimpinan Daerah yang dilaksanakan di Pendopo Dipokusumo Purbalingga, Kamis 24 Mei 2018.

Ketua Baznas Purbalingga, Chumaidi menjelaskan layanan membayar zakat ini digelar serentak di Indonesi apada 24 Mei 2018 ini. “Jadi, pada waktu yang sama Pak Presiden juga membayar zakat di Istana Kepresidenan diikuti oleh para menteri,” jelas Chumaidi.

Baznas Purbalingga berharap, pembayaran zakat secara serentak ini bisa merangsang masyarakat Purbalingga untuk lebih aktif dalam membayar zakat. Bukan hanya zakat fitrah, namun juga zakat profesi serta zakat lainnya.

Karena, jelas Chumaidi saat memberikan sambutan, zakat ataupun infaq dan sodakoh mempunyai potensi besar dalam mengentaskan kemiskinan yang telah menjadi permasalahan bangsa ini.

“Orang muslim harus lebih perhatian pada masalah kemiskinan. Jangan sampai ada kemiskinan di sekitarnya. Karena kemiskinan dekat dengan kekufuran,” jelas Chumaidi dalam seremonial layanan yang masuk dalam gerakan Purbalingga Sadar Zakat ini.

Baznas Purbalingga
Penyematan pin Purbalingga Sadar Zakat oleh Baznas Purbalingga

Pendapatan dari layanan zakat ini akan diakumulasikan dengan pendapatan ZIS di Baznas lainnya. Kemudian akan disalurkan dalam program pendidikan, ekonomi produktif hingga perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH).

“Zakat bukan cuma urusan agama. Para pemimpin harus melihat zakat sebagai Salah satu potensi untuk menggerakan ekonomi daerah. Jika kaum dhuafa bisa didorong untuk melaksanakan ekonomi produktif, kehidupan masyarakat kian membaik,” jelas Chumaidi.

Sementara itu, Bupati Purbalingga, Tasdi telah merilis Instruksi Bupati Purbalingga 451/133/2018 mengenai optimalisasi zakat di lingkungan Pemkab Purbalingga untuk mendukung Purbalingga Sadar Zakat. “Instruksi ini jadi yang pertama di Jawa Tengah,” kata Bupati Tasdi.

Bupati Tasdi mengatakan, negara dan pemerintah tidak bisa bergerak sendiri dalam mengatasi masalah kemiskinan. Dana APBN ataupun APBD belum cukup untuk mengkaver masalah kemiskinan.

Karena itu, Bupati Tasdi berharap pemimpin di OPD maupun institusi lainnya harus bisa menjadi contoh dalam program optimalisasi zakat. “Kalau di Purbalingga melalui program Purbalingga Sadar Zakat,” kata dia.

Sedangkan bagi Baznas Purbalingga, Bupati Tasdi berharap Baznas bisa bekerja secara profesional dan transparan. Terutama dalam hal distribusi penghimpunan dana ZIS. “Lembaga ini akan semakin dipercaya masyarakat, jika pengelolaannya semakin transparan,” kata Bupati Tasdi.

BANGKIT WISMO


Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.