BRALING.COM, PURBALINGGA – Palang Merah Indonesia (PMI) Purbalingga telah memiliki struktur Pengurus dan Dewan Kehormatan PMI Purbalingga Periode 2019 – 2024.

Ketua Pengurus PMI Jawa Tengah dr H Imam Triyanto M P H datang langsung ke Purbalingga untuk melantik mereka di Ruang Ardilawet Setda Pemkab Purbalingga, 8 November 2019.

Dyah Hayuning Pratiwi yang juga Bupati Purbalingga dilantik sebagai sebagai Ketua Pengurus PMI Kabupaten Purbalingga 2019 – 2024. Ini berarti, PMI Purbalingga kembali dipimpin sosok nomer 1 di Kota Perwira.

Di Kepengurusan PMI Purbalingga periode 2019 – 2024, Wakil Ketua I dijabat drg Hanung Wikantono, Wakil Ketua II: Priyo Satmoko S, Wakil Ketua III: dr Nonot Mulyono MKes, Sekretaris H Moch Ichwan , Bendahara: Drs Sukamto sedangkan Anggota: Prayitno , Yudhia Patriana, Kris Hartoyo dan Rohyani Tri Rahayu S.

Sementara mengenai Dewan Kehormatan PMI Purbalingga. Bambang Irawan yang juga Ketua DPRD Purbalingga dilantik menjadi Ketua Dewan Kehormatan PMI Purbalingga. Wakil Ketua dijabat R Imam Wahyudi, Karsono dan Suyitno.

Ketua Pengurus PMI Jawa Tengah, Imam Triyanto berpesan supaya pengurus PMI Purbalingga yang baru bisa lebih aktif dalam merespon kebutuhan masyarakat, terutama di bidang sosial.

“Kita harus bisa menyemangati masyarakat, bahwa dana yang ditarik oleh PMI adalah dari masyarakat dan dikemas kembali untuk masyarakat,” kata Imam.

Baca Juga: Menderita Jantung Bocor, Regina dari Cendana Akan Dioperasi di Semarang

Imam juga mengingatkan peran PMI sebagai organisasi kemanusiaan yang tidak membeda-bedakan manusia apapun. Selama dasarnya kemanusiaan, dan membutuhkan pertolongan, maka wajib dibantu.

“PMI adalah organisasi independen. Maka konsekuensinya harus netral, tidak melihat kelompok/golongan,” kata Imam menambahkan.

Sementara Dyah Hayuning Pratiwi menegaskan komitmennya untuk membantu PMI Purbalingga terus berkembang. Karena, bagi dia, PMI Purbalingga akan dijadikannya sebagai ladang ibadah.

“Saya akui, saya memiliki kesibukan sebagai kepala daerah, akan tetapi saya juga masih ingin bantu PMI lebih banyak. Kita ingin berlomba dalam kebaikan. Melalui PMI inshaallah ini akan jadi ladang amal ibadah bagi kita semua,” kata Tiwi.

Tiwi yakin, PMI akan lebih solid, responsif dan inovatif dalam melayani masyarakat dan senantiasa mendapat tempat di hati rakyat. PMI Purbalingga juga akan tetap bersinergi dengan pemkab.

“Kita banyak masalah, salah satunya kemiskinan yang masih tinggi. Purbalingga juga rawan bencana. Karenannya program PMI harus bisa pro rakyat dan kehadirannya dirasakan masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

BANGKIT WISMO