BRALING.COM, PURBALINGGA – Sejumlah pelaku seni teater dan sastra yang tergabung dalam Komunitas Teater dan Sastra Perwira (Katasapa) Purbalingga aktif mengajari siswa berkesenian di beberapa sekolah.

Katasapa mengirimkan Agustav Triono untuk mengajar teater di SMP Negeri 2 Mrebet sementara Ketua Katasapa, Ryan Rachman membagi ilmu kesusastraannya di SMP Negeri 1 Pengadegan.

Aktivitas seniman dari Katasapa tersebut menjadi bagian dari program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) tahun 2019. GSMS adalah program dari Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam bentuk program seniman memberi pembelajaran seni di sekolah-sekolah.

Di Purbalingga, program yang dikoordinasi Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini melibatkan 21 seniman dari bidang seni rupa, tari, musik, sastra, teater, dan film.

Hasil pembelajaran GSMS di Purbalingga yang dilaksanakan selama 27 pertemuan ini, rencananya akan diapresiasi dalam pergelaran dan pementasan seni. Apresiasi ini akan disaksikan oleh publik.

Rien Anggraini, Kabid Kebudayaan pada Dindikbud Purbalingga menjelaskan, pementasan hasil pembelajaran tersebut akan digelar di Pendopo Dipakusuma, Sabtu, 16 November 2019.

Agustav Triono mengatakan SMP Negeri 2 Mrebet akan menyajikan tontonan teater anak dengan judul “Dolan nDesa” pada pergelaran tersebut.

“Cerita tersebut idenya dikembangkan bersama-sama siswa. Karena berlatar belakang dunia anak-anak, kami juga menyisipkan lagu anak-anak pada pentas teater tersebut,”imbuhnya.

Sementara Ryan Rachman, bersama siswa didiknya akan meluncurkan buku kumpulan cerita anak pada pergelaran hasil pembelajaran GSMS di SMP N 1 Pengadegan.

Ryan mengaku menemukan banyak bakat terpendam di bidang sastra khususnya cerpen. “Bakat tersebut bisa berkembang bila terus diasah dan didampingi. Harapannya nanti bisa muncul penulis handal dari Purbalingga,” katanya.

BANGKIT WISMO