BRALING.COM, PURBALINGGA – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Purbalingga aktif dalam upaya menekan munculnya aksi radikalisme di wilayah Kabupaten Purbalingga.

Upaya PDPM Purbalingga tersebut salah satunya dilakukan dengan menggelar pengajian bertema Mengantisipasi Paham Radikal di Masjid Al Mukmin Desa Mangunegara Kecamatan Mrebet.

Kepada media, Ketua PDPM Muakhor Abdu Salam berkata, pendekatan model pengajian ini dilakukan karena aksi radikalisme masih sering terjadi seperti aksi bom Medan.

“Selain itu, pengajian ini juga sebagai momentum memakmurkan masjid Al Mukmin sekaligus menjadi semangat menggairahkan PCM Mrebet,” katanya, belum lama ini.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mrebet, Amtorunnajah dalam sambutannya menjelaskan bahwa pengajian di Desa Mangunegara itu juga bertepatan dengan Milad ke 107 Muhammadiyah.

Baca Juga: Baznas Purbalingga dan Lintas Komunitas Bantu Warga Banjaran

Pembicara Muslih Efendi dari Bobotsari menyampaikan isi Alquran surat At Taubah ayat 20. Orang beriman adalah orang yang mempunyai kemauan dan kemampuan untuk berhijrah untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik.

“Juga berjihad bersungguh-sungguh dalam rangka ketaatan kepada Allah SWT, baik dengan harta maupun jiwa. Persepsi jihad dengan model ngebom dan aksi kekerasan yang lainnya itu adalah pemahaman jihad yang salah,” katanya.

Muslih Efendi berkata, jika di Muhammadiyah NKRI harga mati itu sudah otomatis ada di diri warga Muhammadiyah. Karena Muhammadiyah menilai bahwa NKRI itu sudah final dan tidak ada kata selain NKRI.

“Radikal menurut bahasa adalah akar, tuntas, artinya semuanya dikerjakan dengan tuntas. Sedangkan saat ini radikalisme diidentikkan dengan kekerasan. Ini yang salah dan ciri cirinya radikalisme antara lain merasa benar sendiri,” katanya.

Dia menegaskan, Muhammadiyah dari sejak berdirinya sudah menjadi organisasi yang antisipatif terhadap radikalisme. “Radikalisme sangat sulit masuk ke Muhammadiyah,” kata Muslih.

BANGKIT WISMO