Uncategorized

Dianggap Vandalisme, Street Art Tiarap

BRALING.COM, PURBALINGGA – Dinilai sebagai tindakan vandalisme yang merusak, seniman street art di Kabupaten Purbalingga langsung tiarap. Padahal, selama ini mereka tidak pernah berniat memperkumuh Kota Perwira.

“Padahal kami mengusung semangat berkesenian. Anggapan masyarakat ini harus diluruskan. Street art itu bukan tindakan vandalisme,” kata Pegiat komunitas Purbalingga Street Art (Pusar), Rizqi Fadilah, beberapa waktu lalu.

Rizqi mengungkapkan, beberapa waktu itu perkembangan seni jalanan semakin membaik. Meski belum bisa disamakan dengan perkembangan di kota besar, semangat mengembangkan grafiti dan mural terus meningkat.

“Namun semangat mereka menjadi turun karena adanya tanggapan miring tentang seni grafiti dan mural dianggap sebagai tindakan vandalisme, corat-coret yang memperburuk dan membuat kumuh kota,” ucapnya.

Selama ini jika akan menggambar, komunitas street art selalu meminta izin kepada pemilik tembok. Kecuali jika memang tembok tersebut sudah mangkrak, lusuh dan jelek, mereka tidak perlu meminta izin, tetapi langsung menggambarnya.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.