Jejak Langkah

Mitos Setu Pahing (I) : Awal Mula Kesialan

KEHIDUPAN masyarakat Jawa masih diselimuti banyak mitos. Salah satunya, mitos “dina setu pahing” atau Sabtu Pasaran Pahing. Mitos ini lekat dengan masyarakat Banyumas. Bahkan sampai di era modern sekrang ini, sebagian masyarakat masih meyakini Sabtu pahing begitu sakral.

Mitos itu berawal pada abad XVI. Ceritanya, Adipati Wirasaba Wargatuma I mengawinkan putrinya, Rara Sukartiyah. Putri yang masih belia itu dinikahkan dengan Bagus Sukara, anak Ki Gede Banyureka. Ki Gede Banyureka adalah Demang Toyareka (sekarang masuk wilayah Kec. Kemangkon).

Dalam mengarungi bahtera rumah tangga keduanya tidak mengalami kecocokan. Rara Sukartiyah tidak bersedia memberikan palayanan batin kepada suami. Akibat sikap istrinya tersebut, Bagus Sukra memutuskan untuk kembali kerumah orang tuanya di Toyareka.

Ki Gede Banyureka marah atas kepulangan Bagus Sukra. Demang Toyareka menuduh Adipati Wirasaba tidak bisa mendidik putrinya sehingga Rara Sukartiyah memicu ketidakharmonisan di antara kedua pasangan itu.

Hingga suatu waktu, dimana sudah menjadi kebiasaan tiap tahun Sultan Pajang R Hadiwijaya meminta upeti seorang gadis kepada bawahannya untuk kemudian dijadikan selir atau penari kesultanan. Sultan Pajang pun meminta upeti kepada Adipati Wargautama I.

Karena sangat setia, Adipati Wargautama I menyerahakan Rara Sukartiyah kepada Sultan Pajang tersebut. Ia mengatakan bahwa puterinya itu masih dalam keadaan perawan. Selesai menghaturkan segera ia beranjak meninggalkan pendopo kesultanan.

Tetapi tidak disangka sesaat kemudian, datanglah Ki Gede Banyureka bersama Bagus Sukra menghadap Sultan. Kedua orang ini mengatakan, bahwa Rara Sukartiyah yang baru diserahkan ke Sultan adalah istri dari Bagus Sukra.

Mendengar laporan itu Sang Sultan murka. Ia merasa dibohongi oleh Sang Adipati Wirasaba. Tanpa pikir panjang, seorang gandek atau prajurit diutus untuk memburu Adipati Wirasaba yang belum lama meninggalkan pendopo kesultanan.

SUKENDAR WPS

One thought on “Mitos Setu Pahing (I) : Awal Mula Kesialan”

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.