BRALING.COM, PURBALINGGA – Di saat ada kesempatan, ulah jahat memang selalu muncul. Pun demikian di tengah gempitanya gelaran pawai budaya di Alun-alun Purbalingga, Minggu (29/12).

Sejumlah warga melaporkan diri telah menjadi korban tangan jahat pencopet. Setidaknya petugas polisi di Pos Pengamanan Alun-alun mendapat laporan dari warga yang tasnya dirusak dan dompetnya dicuri.

Tri Suparwati (27) warga Sumilir adalah korban pertama yang melapor. Ia mengetahui dompet dalam tasnya hilang sekitar pukul 11.00 ketika hendak membayar jajan di sebelah timur alun-alun.

“Tasnya disobek seperti pakai silet. Yang hilang dompet. Isinya uang, STNK, SIM, KTP dan kartu Jamsostek,” ujar Tri Suparwati.

Fatiqoh (35) warga Bukateja juga datang ke pos polisi saat Tri sedang melapor. Fatiqoh melaporkan bahwa dompet di dalam tas yang dibawanya juga disobek pencopet. Uang, KTP dan SIM sirna.

“Tadi mau buat bayar makanan di barat Masjid Agung. Tasnya sudah sobek. Dompetnya hilang,” kata Fatiqoh.

Perwira pengendali Pos Pam Alun-alun Purbalingga, Ajun Komisaris Trasmaka mengatakan, polisi sejatinya sudah melakukan imbauan kepada masyarakat yang menonton gelaran pawai budaya.

“Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Sebab di tempat-tempat ramai, rawan tindak kejahatan seperti pencopetan,” katanya. Imbauan juga disampaikan oleh pembawa acara pawai budaya.

BANGKIT WISMO

Tebarkan braling
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •