BRALING.COM, PURBALINGGA – Direktur PT Ghaitsa Zaihar Shofa, Donny Eriawan menegaskan bahwa keterlambatan pembangunan Jembatan Linggamas itu tidak disengaja, namun ada masalah teknis.

Salah satunya, alat penyangga balok terhempas air sehingga miring. Akibat insiden Awal Desember lalu itu seorang pekerja mengalami kecelakaan kerja dan mendapatkan perawatan.

“Jadi alat penyangga itu harus diperbaiki dulu,” kata Donny. Ia berharap tidak diputus kontrak karena ia yakin tidak melanggar aturan. Ia juga siap membayar denda yang akan diminta oleh pemerintah.

Ia meminta Pemkab Purbalingga memberi perpanjangan 10 hari kerja. “Denda untuk Banyumas Rp 239 juta sudah dibayarkan. Untuk Purbalingga kami siap membayarnya karena ada keterlambatan,” ucap Donny.

BANGKIT WISMO