Jejak Langkah

Sering Salah Alamat, Nama Poerbolinggo Diganti

BRALING.COM, PURBALINGGA – Banyak yang menarik kalau mau menelusuri rekam jejak Purbalingga di masa lampau. Bukan hanya soal gerabah prasejarah atau Jenderal Soedirman, namun juga tentang nama Purbalingga.

Masyarakat Purbalingga sekarang ini, banyak yang belum mengetahui kalau Purbalingga pada jaman dahulu disebut Poerbolinggo atau dibaca Purbolinggo. Bukan Purbalingga, seperti sekarang.

Hal ini bisa dilihat di peta Karisidenan Banyumas yang dimuat dalam Staatblad Van Nederlandsch-Indie No 178 Tahun 1900 nama Purbalingga ditulis dengan nama Poerbolinggo.

Namun karena penulisan Poerbolinggo kerap kali merugikan masyarakat. Salah satu contoh kerugian itu adalah perihal pengiriman surat yang kerap terlambat berbulan-bulan.

Surat yang dikirim dari luar daerah terutama dari Jakarta harus memakan waktu sampai dua bulan baru sampai kota ini. Ternyata surat tersebut sering kali masuk ke wilayah Probolinggo di Jawa Timur.

Pada tahun 1963, Bupati Mochamad Soedjadi menghimbau kepada masyarakat agar penulisan Purbolinggo menjadi Purbalingga. M Soedjati juga menyampaikan persoalan itu ke Menteri Sosial, Roesiah Sardjono, yang datang ke peresmian Gedung Lembaga Sosial Desa Majasari, Bukateja.

Dikutip dari Babad & Sejarah Purbalingga susunan Tri Atmo, Bupati Soedjati beralasan perubahan nama itu untuk mengurangi kesalahan pengiriman surat ke Probolinggo. Setelah itu, nama Purbalingga menjadi nama resmi sampai sekarang.

SUKENDAR | Berbagai Sumber

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.