Plesir

Tak Ada Aturan, Nasib BCB Terbengkelai

BRALING.COM, PURBALINGGA – Dinbudparpora Purbalingga mengakui bahwa pengawasan terhadap benda cagar budaya di Kota Perwira masih belum optimal. Faktornya, reguliasi tentang masalah itu belum ada.

Demikian pernyataan Kasi Sejarah Museum dan Kepurbakalaan Bidang Pariwisata Dinbudpaarpora Purbalingga, Rien Anggraeni yang dikutip dari suaramerdeka.com, Senin (2/12).

Rien Anggraeni mengatakan bahwa sampai sekarang ini Dinbudparpora hanya sebatas melakukan himbauan kepada masyarakat agar benda cagar budaya itu tidak diubah bentuk fisiknya.

“Solusinya, kita saat ini mengacu pada perda provinsi dan atas sepengetahuan bupati,” kata Rien.

Mengenai benda cagar budaya yang dijadikan kantor atau rumah dinas, pihaknya menyerahkan pemeliharaannya pada instansi terkait. Sebab, minimnya dana menjadi kedala utama.

“Jika mau mengubah fisik ya harus ada izin dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) di Prambanan,” ujar Rien mengatakan.

BANGKIT WISMO

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.