BRALING.COM, PURBALINGGA – Terbunuhnya Adipati Wirasaba, yang merupakan loyalis Kasultanan Pajang, boleh dibilang menjadi awal dari berdirinya empat kabupaten di Eks-Karesidenan Banyumas.

Setelah Adipati Wirasaba terbunuh, Sultan Pajang erupaya memperbaiki hubungan dengan keluarga Adipati Wirasaba, Sultan memanggil ahli warisnya. Namun tak seorangpun yang berani menghadapnya.

Pada akhirnya Jaka Kaiman, menantu Adipati Wirasaba memberanikan diri untu menghadap ke Kasultanan. Di luar dugaan, Sultan menganugrahi Jaka Kaiman kedudukan mengantikan mertuanya menjadi Adipati Wirasaba.

Diberi gelar Adipati Wargautama II, Jaka Kaiman memimpin Kadipaten dengan bijak dan tidak serakah. Bahkan Adipati Wargautama II rela membagi Kadipaten Wirasaba menjadi empat bagian bersama iparnya.

Keputusan itu yang membuat Jaka Kaiman disebut sebagai Adipati Prapat, yang berarti mara papat atau dibagi empat. Adipati Wargautama II sendiri memilih daerah Kejawar yang kemudian dikenal sebagai Banyumas.

Selama ini, kita mengenal Banyumas sebagai daerah yang diciptakan oleh Pemerintah Kolonial Belanda sebagai daerah Karisidenan. Namun nama Banyumas sendiri sebenarnya baru muncul sekitar tahun 1582, menjelang kedatangan Belanda di Indonesia.

Sebelum itu Banyumas menjadi bagian dari Kesultanan Pajang dan lebih dikenal lagi sebagai bagian dari Kadipaten Wirasaba dan lainnya yang berubah menurut kekuasaan kerajaan pada saat itu.

SUKENDAR | BERBAGAI SUMBER