BRALING.COM, PURBALINGGA – Upaya mendokumenterkan Tari Angguk di Desa Pasunggingan, Kecamatan Pengadegan dilakukan dengan tidak sembarangan oleh Sabuk Cinema ekstrakulikuler sinematografi SMA Bukateja.

Pengambilan gambar film dokumenter oleh pelajar SMA itu dilaksanakan selama tiga hari, yakni Jumat-Minggu, 17-19 Januari 2014. Sebelumnya, mereka sudah lebih dulu menggelar riset.

“Senang rasanya bergaul siang-malam dengan anak-anak muda seusia kami yang masih mau dan bersemangat menari seni tradisi. Ini salah satu alasan kami mendokumenterkan mereka,” tutur Tito Firesta, tim riset.

Riset dilakukan berbulan-bulan. Mereka kudu bolak-balik ke desa, menemui dan bergaul dengan pelaku kesenian Angguk. Mereka punmengambil data kesenian Angguk dari Perpustakaan Film dan Buku Jaringan Kerja Film Banyumas (JKFB).

“Tidak semata hasilnya, tapi proses kami bergaul dan berada di tengah-tengah masyarakat pecinta dan pelaku seni tradisi,” kata Uli Retno Dewanti.

Guru pembina ekskul sinematografi Meinur Diana Irawati mengatakan, melalui produksi film dokumenter ini siswa menjadi bisa bergaul dan mempelajari masyarakat dengan cara terjun langsung.

“Hal ini yang tidak mereka dapatkan dalam pelajaran formal, karena itu ekskul sinema dibutuhkan,” jelas Meinur yang kesehariannya menjadi guru pengampu pelajaran Ekonomi.

Bila film dokumenter tentang Angguk ini selesai, rencananya akan diikutsertakan pada program kompetisi dokumenter tingkat Banyumas Raya di Festival Film Purbalingga (FFP) pada Mei mendatang. (habis)

BANGKIT WISMO

Tebarkan braling
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •