Gaya

Film Dokumenter Keluarga Penderes dan Pengidep Dibuat

BRALING.COM, KUTASARI – Banyak cerita tentang kehidupan keluarga di Kota Perwira yang belum diketahui masyarakat di luar Purbalingga. Salah satunya realita kehidupan keluarga penderes dan pembuat bulu mata.

Di Kecamatan Kutasari, banyak keluarga yang suaminya menjadi penderes sedangkan sang istri menjadi pengidep. Salah satunya keluarga Suwini, 39 tahun dan Suwitno, 41 tahun.

Papringan Pictures ekstrakulikuler sinematografi SMA Kutasari mencoba membuat film dukumenter dari cerita keseharian keluarga yang tinggal di Desa Candiwulan, Kecamatan Kutasari tersebut.

“Mereka yang diluar Purbalingga, tidak banyak tahu seperti apa kehidupannya, untuk itu dokumenter ini kami buat,” tutur Achmad Lutfi, periset sekaligus sutradara film dokumenter.

Riset telah dilakukan terhadap kehidupan keluarga penderes dalam beberapa bulan. Setelah dirasa cukup, mereka menjadwalkan pengambilan gambar selama lima hari, Rabu-Minggu, 22-26 Januari 2014.

“Selain teknik kamera yang diterapkan, kesabaran menjadi kunci dalam produksi dokumenter ini. Kami mengikuti jam demi jam kehidupan meraka dengan segenap konfliknya,” kata penata kamera, Lutfi Utami.

“Kami mengamati, perjuangan hidup keluarga penderes itu luar biasa. Setiap hari mereka berhadapan dengan resiko jatuh dari pohon kelapa. Menurut kami, ini menarik bila difilmkan,” kata Kepala SMA Kutasari Joko Suryanto.

Selain bagian dari program ekskul sinematografi, produksi dokumenter ini rencananya dikirim pada program kompetisi pelajar SMA se-Banyumas Raya Festival Film Purbalingga (FFP) yang digelar Mei 2014.

BANGKIT WISMO

Tebarkan braling
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *