BRALING.COM, PURBALINGGA – Pengurus dan kader PDIP menegaskan bahwa mereka menginginkan agar nama yang dimunculkan sebagai kandidat calon wakil bupati (cawabup) berasal dari internal PDIP.

Kader partai berlambangkan kepala banteng itu siap melakukan aksi demo apabila nama cawabup yang dimunculkan berasal dari kalangan eksternal, termasuk dari jajaran birokrasi sebagai bentuk penolakan.

Wakil Ketua DPC PDIP Purbalingga Suwito kepada wartawan, Rabu (8/1) mengakui sikap yang berkembang di internal PDIP tersebut. “Yang dimaksud internal yang dari struktural partai,” ucapnya.

Menurut Suwito, sesuai aturan karena PDIP merupakan parpol yang berhak dalam pengisian cawabup, maka sudah selayaknya nama yang diusulkan berasal dari jajaran internal.

Meski tidak menafikan PAN, PKS dan PKB, Suwito menilai jika dirunut yang mengusulkan cabup dan cawabup dan memenangi Pilkada tahun 2010 adalah PDIP.

“Sangat wajar jika saat ini ketika jabatan wabup kosong, maka prioritas diberikan kepada kader internal. Jika internal tidak ada yang bersedia baru dicari cawabup dari eksternal,” kata Suwito.

Sejumlah pejabat menyatakan berminat menjadicawabup. Diantaranya Imam Subijakto (Sekda), Sidik Purwanto (mantan Kepala KPMPT), Ngudiarto (Kepala Dinsosnakertrans) dan Imam Wahyudi (Kepala Bapermasdes)

Di internal muncul nama mantan Ketua DPC PDIP Trisnanto Srihutomo, Sekretaris DPC PDIP HM Ichwan dan Bendahara DPC PDIP Ambar Budi Yuwono. “Tinggal kita rapat internal dan kita tanyakan siapa yang bersedia,” lanjutnya.

Ketua DPC PDIP H Tasdi SH menilai masih perlu konsolidasi dengan tiga parpol lainnya. Mengenai adanya keinginan dari kader PDIP bahwa cawabup harus berasal dari internal menurutnya hal itu sebagai hal yang wajar.

BANGKIT WISMO