BRALING.COM, PURBALINGGA – Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan sejarah. Demikian kata Pramoedya Ananta Toer, penulis kenamaan Indonesia, pada suatu masa.

Menulis memang tidak bisa lepas dari eksistensi seseorang, selain juga merupakan ruang berkreasi dan berekspresi. Terlebih lagi bagi kaum muda, yang menyandang peran sebagai generasi masa depan bangsa.

Guna merangsang gaya kreasi pemuda Purbalingga di bidang kepenulisan, Kelas Menulis Purbalingga kembali menggelar Sayembara Cerita Muda Purbalingga (SCMP) 2014, awal tahun 2014 ini.

SCMP merupakan lomba menulis fiksi mini bagi pelajar SMP dan SMA di Kota Pewira. “Tahun ini adalah tahun kedua SCMP digelar,” ujar Ketua Pantia SCMP 2014, Putri Antika, Jumat (3/1).

Fiksi mini dipilih dibanding model kepenulisan sastra lain karena fiksi mini menawarkan ruang menulis yang unik. “Dalam jumlah karakter yang terbatas, peserta harus bisa bercerita secara menarik,” ujar Putri.

SCMP 2014 hanya menerima karya fiksi maksimal 500 kata yang sesuai dengan tema sayembara. Tahun ini, Kelas Menulis mengangkat tema “Petualangan Menyusuri Kota Perwira”.

“Kami yakin di Purbalingga banyak pemuda yang suka menulis dan memiliki potensi luar biasa dalam hal menulis. Melalui SCMP 2014, kami ingin memberikan ruang berekspresi serta memberi semangat berkarya,” ujar dia.

BANGKIT WISMO