BRALING.COM, PURBALINGGA – Dana infrastruktur daerah di Purbalingga tahun 2014 mencapai Rp 175 Miliar. Bupati Purbalingga pun lantas menyerukan pengawasan proyek.

“Seluruh SKPD untuk terus melakukan pemantauan dan evaluasi kepada pihak ketiga meningkatkan kualitas bangunannya, jangan sampai baru 4 bulan di bangun sudah rusak lagi,” kata Sukento Ridho Marhaendrianto.

Pada tahun ini, dana di sektor pekerjaan umum itu untuk pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur wilayah, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, serta revitasilsai pasar tradisional.

Saat pembukaan musyawarah rencana pembangunan Kabupaten Purbalingga Tahun 2015 di Pendopo Dipokusumo, Rabu (19/3) dijelaskan, Dana untuk jaringan irigasi mencapai Rp 20 Milyar. Salah satunya untuk menuntaskan pembangunan Bendung Slinga.

Kata Bupati, dengan kenaikan anggaran ke-PU-an di Purbalingga, juga akan berimbas kepada peningkatkan pemakaian bahan baku terutama semen dan aspal serta eksploitasi Sumber Daya Alam terutama galian C.

Yang mana, sambung dia, kendaraan pengangkut bahan baku tersebut salah satu faktor pemicu cepat rusaknya infrastruktur jalan, sedangkan biaya perbaikanya cukup besar.

“Saya berharap stok semen dan aspal di Purbalingga tidak berkurang, hal ini berkaitan dengan tahun infra struktur di Jawa Tengah. Karena kalo berkurang dan sulit di cari maka harganya akan manjadi mahal” ujarnya.

Kepala Bappeda Purbalingga, Setiyadi mengatakan musrenbang 2015 dilaksanakan selaras dengan visi mewujudkan slogan yang dilancarkan Bupati Sukento, Purbalingga Emas.

BANGKIT WISMO