BRALING.COM, PURBALINGGA – Staf Ahli Bupati Bidang SDM dan Kemasyarakatan, Subeno meminta masyarakat lebih aktif dalam pembangunan daerah. Jika hanya mengandalkan dana pemerintah, tidak akan cukup.

Partisipasi itu terutama dalam bentuk kegiatan swadaya dan gotong-royong. “Masyarakat diharapkan dapat membangun dirinya sendiri,” kata Subeno, Selasa (11/3).

Subeno mengemukakan itu saat Rapat Musrenbang bidang pemerintahan mewakili Sekda Purbalingga di Gedung Ardi lawet. Seluruh SKPD yang membidangi pemerintahan ikut dalam acara itu.

Ia menjelaskan, struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Purbalingga selama ini masih 60% untuk belanja tidak langsung dan 40% untuk belanja langsung.

Dana 40% ini juga sudah termasuk adanya dana Bantuan Gubernur dan bantuan pusat berupa Dana Alokasi Khusus. Dengan komposisi anggaran macam itu Pemkab kesulitan untuk berinovasi.

Menurut Subeno, pemerintah kabupaten yang memiliki pendapatan asli daerah (PAD) yang besar akan semakin mudah berinovasi dalam pembuatan program pembangunan daerah.

Dengan berkaca pada PP Nomor 8 tahun 2008 tentang tahapan, tata cara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksnaaan rencana pembangunan daerah, musrenbang diharapkan bisa menjadi sarana penyelarasan program antardinas.

Selain itu, sambung Subeno, juga menyesuaikan dengan pencapaian visi pemprov yaitu menuju Jawa Tengah sejahtera dan berdikari mboten korupsi mboten ngapusi.

Sebanyak lima satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) yaitu Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Kesbangpol, Satpolimas dan Dinas kependukan dan catatan sipil melakukan paparan dalam rakor tersebut.

BANGKIT WISMO