Gaya

Buka Akses Film Mendidik Lewat Layar Tanjleb FFP

BRALING.COM, BANJARNEGARA – Senin (5/5) malam, warga Desa Giritirta Kecamatan Pejawaran Kabupaten Banjarnegara berbondong-bondong menuju lapangan desa. Kabut yang turun sejak sore, tak menyurutkan langka mereka.

Warga Giritirta itu hendak menyaksikan Layar Tanjleb Festival Film Purbalingga (FFP) 2014. Kepala Desa Giritirta Mister Muhammad Yusuf menyambut baik pemutaran film karya anak muda Banyumas Raya itu di desanya.

“Dengan adanya nonton bareng di lapangan ini, kita orang desa juga bisa membuat film tentang Giritirta. Desa kita itu punya banyak potensi, baik potensi alam maupun warganya, yang tak kalah menarik bila difilmkan,” ujarnya.

Anak-anak dan orang tuanya semakin bahagia karena ada sesi pembagian doorprize sebagai penarik. Semakin malam, suasana dingin semakin terasa, dan warga makin hanyut dalam cerita-cerita film yang disuguhkan.

Di Desa Giritirta, diputar film-film pendek dan panjang, berjudul “Tuyul” dari SMP 4 Karangmoncol Purbalingga, “Bakul Dawet” dari MTs Ma’arif Mandiraja Banjarnegara, “Penderes dan Pengidep” dari SMA Kutasari Purbalingga.

Film dari luar Banyumas Raya, “Boncengan” dan “Gazebo” sutradara Senoaji Yunus produksi Sanggar Cantrik Yogyakarta serta film layar lebar “Sang Penari” sutradara Ifa Isfansyah produksi Salto Films Jakarta.

Manajer FFP Nanki Nirmanto berkata, program Layar Tanjleb FFP yang digagas Cinema Lovers Community (CLC) senang dapat lokasi pemutaran hingga desa yang paling terpelosok.

“Artinya, film-film yang kami programkan untuk diputar mampu diakses warga desa yang berada jauh dari kota,” tuturnya. Layar Tanjleb FFP 2014 akan digelar di 18 desa di Eks-Karesidenan Banyumas.

BANGKIT WISMO

Tebarkan braling
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *