BRALING.COM, PURBALINGGA – Masa tugas relawan demokrasi (relasi) yang sudah habis dan keterbatasan anggaran dikhawatirkan bakal mengganggu proses sosialisasi Pemilihan Presiden (Pilres). Pilres bakal digelar 9 Juli 2014.

Komisioner KPU Purbalingga Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Hubungan Antarlembaga, Mey Nurlela mengatakan, masa tugas Relasi telah habis sejak selesainya Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April lalu.

Pada Pilpres nanti, belum ada kepastian apakah ada pembentukan Relasi kembali dari KPU Pusat atau tidak. “Kalau boleh jujur, Relasi seharusnya diadakan saat Pilpres nanti,” kata Mei di ruang kerjanya.

Peran Relasi saat Pileg 9 April lalu dinilai cukup baik. Mereka bersedia turun ke lapangan untuk mensosialisasikan dan mengajak masyarakat untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk mencoblos.

Mengenai dana sosialisasi Pilpres, Mey tidak berkomentar banyak. Hingga saat ini pihaknya belum menentukan berapa besar dana tersebut. “Ada, tapi jumlahnya tidak banyak, tidak seperti Pileg kemarin. Soalnya dana dari pusat tersebut sudah banyak yang terpakai saat Pileg,” katanya.

KPU optimis Pilpres tingkat partisipasi masyarakat untuk memilih presiden dan wakil presiden ini cukup tinggi. Pada Pileg kemarin, tingkat partisipasi pemilih di Purbalingga mencapai 73,6 persen dari seluruh daftar pemilih tetap (DPT).

Salah satu anggota Relasi, Herwindo mengatakan, meskipun masa tugas Relasi sudah berakhir sejak selesainya Pileg lalu, namun ia akan tetap mengajak masyarakat untuk kembali datang ke TPS memilih pemimpin negeri ini dalam Pilpres nanti.

“Caranya mungkin tidak formal, tapi informal. Saat duduk-duduk bersama warga, di rumah, di pertemuan RT atau di warung. Kami ajak untuk mencoblos,” kata Herwindo.

BANGKIT WISMO

Tebarkan braling
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •