BRALING.COM, PURBALINGGA – Warga Dusun Limpakgombong, Desa Karangjengkol dan Dusun Simpar Desa Candinata di Kecamatan Kutasari mengikuti kegiatan simulasi penanganan bencana erupsi Gunung Slamet, Minggu (11/5).

Simulasi melibatkan Pemkab, Kodim 0702 Purbalingga, Polres, BPBD, SAR, Tagana, PMI, bankom, Pramuka, organisasi pemuda serta warga dan ternak. Saat simulasi, warga dievakuasi ke Lapangan Pekajen Desa Kutasari.

“Evakuasi pengungsi hanya memungkinkan menggunakan kendaraan bak terbuka karena jalur evakuasi yang ada terlalu sempit. Jalannya juga rusak sehingga tak mungkin dilewati truk apalagi harus berpapasan,” jelas Komandan Latihan, Pasiopslat Kodim 0702 Purbalingga Kapten Chb Riswanto.

Saat kejadian sebenarnya, tempat pengungsian akhir (TPA) ditempatkan di komplek Bumi Perkemahan Munjuluhur dengan daya tampung hingga 7000 orang. “TPA Kutasari hanya untuk pelaksanaan simulasi, agar memudahkan kordinasi saja,” jelasnya.

Kapten Riswanto mengemukakan simulasi dilaksanakan agar warga terdekat dengan Gunung Slamet bisa lebih peka terhadap situasi. Mereka akan tahu apa yang harus dilaksanakan jika gunung tertinggi di Jawa Tengah ini benar-benar erupsi.

“Jika suatu saat benar-benar terjadi, warga sudah waspada dan tahu harus berkumpul dimana, dijemput dimana dan mengungsi dimana serta tahu titik kumpul terakhir dimana sehingga mereka tidak akan panic,” kata Kapten Riswanto.

“Begitupun bagi para petugas, tahu apa yang harus dilakukan dalam suasana darurat. Meski demikian kita tidak berharap terjadi erupsi,” sambung dia.

Sebelumnya, Bupati Sukento Rido Marhaendrianto menegaskan pentingnya pengetahuan tentang tanggap darurat, rekonstruksi dan rehabilitasi, sangat perlu dalam penanggulangan bencana. Menurut dia, hal itu masih perlu terus dilatih.

“Informasi seputar penanganan erupsi gunung slamet harus terus disampaikan kepada masyarakat. Agar masyarakat terdampak dapat mengetahui bagaimana dan apa yang harus dilakukan apabila terjadi erupsi,” tambah Bupati.

BANGKIT WISMO