BRALING.COM, PURBALINGGA – Konsultan kajian evaluasi kelayakan teknis Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Banjaran, Kecamatan Bojongsari, CV Mahottama bakal menggelar diskusi terbatas.

Agenda Focus Group Discussion (FGD) itu akan digelar di Balai Desa Banjaran, Sabtu (12/7), sekitar pukul 09.00. Agenda itu akan melibatkan beberapa pihak.

Di antaranya, Bappeda, DPU, Satpol PP, Bagian Hukum dan HAM Setda, Tim Teknis Kegiatan Kajian Evaluasi Kelayakan Teknis TPA Banjaran, Forum Purbalingga Bersih, Kecamatan Bojongsari, Pemerintah Desa Banjaran dan Patemon serta sejumlah wartawan.

“Dari hasil FGD tersebut, nanti konsultan akan membuat laporan awal atau antara, yang akan dipaparkan ke Tim Teknis Kegiatan Kajian Evaluasi Kelayakan Teknis TPA Banjaran,” kata Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Purbalingga Ichda Masrianto.

Sejauh ini, CV Mahottama sudah mengumpulkan data teknis melalui metode kuisioner terhadap warga Banjaran dan Patemon yang terkena dampak dari TPA Banjaran. Pemeriksaan laboratorium untuk air dan udara juga sudah dilakukan.

Setelah mendapatkan masukan dari tim teknis, laporan tersebut harus diperbaiki dan didiskusikan lagi dengan tim teknis serta stake holder yang ada.

Dari situ akan muncul hasil dari kajian apakah layak atau tidak layak lagi. Laporan tersebut lalu disampaikan pada Bupati. BLH berjanji tidak akan mencampuri pembuatan kesimpulannya. “Apa pun hasilnya, ya itu yang akan disampaikan,” kata Ichda.

Kajian TPA Banjaran ini dilakukan mulai Juni dengan waktu pelaksanaan 150 hari atau 5 bulan. Ichda sendiri berharap agar hasilnya bisa diketahui lebih cepat, namun tetap berkualitas dan kredibel.

Sekadar informasi, warga Banjaran, meminta Pemkab Purbalingga segera munutup TPA Banjaran. Sebab, TPA sudah memberi dampak buruk bagi kesehatan lingkungan warga setempat.

Dalam diskusi yang dimotori Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga beberapa waktu lalu, sejumlah warga menilai adanya kejanggalan dalam pengumpulan data dan uji laboratorium. Namun, proses tetap berlanjut.

BANGKIT WISMO